JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) atau Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit menunjuk Mdm. Izzana Salleh sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk peroide 2025 – 2028.
“Saya merasa terhormat untuk memimpin CPOPC dengan harapan agar suara dari negara produsen minyak sawit semakin terdengar,” ujar Izzana di Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Izzana Salleh dikenal sebagai pendiri RISE Human Capital, anggota Dewan Pengawas Malaysian Palm Oil Council (MPOC), dan pendiri Girls for Girls International (G4G), serta lulusan institusi terkemuka seperti Harvard Kennedy School.
“Kami akan memastikan bahwa minyak sawit yang diproduksi secara bertanggung jawab diakui sebagai kekuatan positif global,” ujar Izzana.
Dalam tiga tahun ke depan, Izzana menyatakan, CPOPC fokus memperjuangkan hak petani kecil, menyelaraskan standar keberlanjutan, dan mendorong aksi nyata terhadap perubahan iklim.
Dewan pimpinan baru berkomitmen mengedepankan pendekatan proaktif, advokasi berbasis data, serta inovasi kolaboratif lintas wilayah dan rantai pasok untuk memperkuat misi dan peran CPOPC di panggung global.
Izzana didampingi Dr. Musdhalifah Machmud sebagai wakil Sekjen sekaligus representasi Indonesia.
Musdalifah juga dikenal sebagai tokoh berpengalaman lebih dari 30 tahun di bidang kebijakan publik, dengan peran penting dalam perumusan kebijakan ekonomi, khususnya industri sawit nasional dan partisipasi dalam forum-forum global.
Pergantian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen strategis CPOPC terhadap keberlanjutan, keadilan, dan kerja sama global di sektor minyak sawit.
Sementara Sekjen CPOPC periode 2022-2025 Rizal Affandi Lukman mengungkapkan, keanggotaan CPOPC kini bertambah yakni Honduras, Papua New Guinea, dan Republik Demokratik Kongo.
Ketiga negara tersebut sudah menjadi anggota secara penuh. Sementara tiga negara lainnya dalam proses menjadi anggota penuh yaitu Colombia, Ghana, dan Nigeria.
“Jadi intention untuk menjadi anggota sudah diberikan oleh masing-masing menteri yang menangani sawit di negaranya,” kata Rizal.
Seluruh anggota CPOPC tersebut merupakan negara kontributor utama minyak sawit dunia, dengan akumulasi produktivitas secara global mencapai 88,9 persen atau 72,6 juta ton, serta kontribusi terhadap ekspor global 89,1 persen atau 45,6 juta ton. (fad)




