JAKARTA, perkebunanindonesia.com — Kopi specialty dari berbagai daerah di Nusantara berhasil mencatatkan potensi transaksi USD 30 juta, atau setara Rp498 miliar, pada pameran bergengsi di Amerika Serikat (AS), yaitu Specialty Coffee Expo (SCE) 2025 di George R. Brown Convention Center, Houston, Texas.
“Kopi specialty asal Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi Rp498 miliar,” ungkap Atase Perdagangan (Atdag) Washington D.C. Ranitya Kusumadewi dalam keterangannya, Jumat (2/5/2025).
Ranitya mengatakan, Paviliun Indonesia telah memamerkan kekayaan rasa dan aroma kopi dari berbagai daerah di Nusantara, misalnya Jawa Barat, Sumatra, Toraja, Jawa Tengah, Gayo, dan Toba.
Menurut Ranitya, keikutsertaan Indonesia pada SCE memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kopi specialty dunia.
Ranitya menuturkan, pesatnya pertumbuhan industri kopi di AS serta tantangan perdagangan global mengharuskan Indonesia perlu lebih gencar berstrategi promosi.
Hal ini, lanjut Ranitya, untuk memastikan Indonesia konsisten mempromosikan penjenamaan sebagai produsen berbagai jenis kopi specialty bercita rasa dan berkualitas tinggi.
“Selain menunjukkan hasil kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak, partisipasi Indonesia dalam SCE 2025 juga ingin menunjukkan kualitas kopi dan produk terkait lainnya kepada pasar AS,” ujar Ranitya.
Produk Indonesia menonjolkan aspek ketelusuran dan keberlanjutan dalam menjawab permintaan pasar AS serta tantangan global.
Partisipasi Indonesia dalam SCE tahun ini merupakan hasil kolaborasi erat Atdag KBRI Washington D.C., Atase Pertanian Washington D.C., Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Houston, Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Bank Indonesia, Pertamina, Bank Negara Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia.
Sebanyak 17 peserta asal Indonesia mengisi Paviliun Indonesia dalam SCE 2025. Mereka adalah Indonesia House of Beans, Asa Coffee, Solok Radjo, Cikopi Mang Eko, Caldera Coffee, Alko Sumatra Kopi, Kopi Geulis, Kandora Coffee, Agriculture Youth (AYO) Community, Q.co, Dal Coffee Trading, PT Sulotco Jaya Abadi, Javanese Coffee, PT Hauma Agro Antarnusa, serta produk gula aren dari Mitra Mandala, Semedo Manise, dan Klasik Beans. (sat)




