a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Komisi VI DPR RI Tegaskan Pentingnya Penguatan Industri Sawit

Komisi VI DPR RI Tegaskan Pentingnya Penguatan Industri Sawit

4 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Komisi VI DPR RImenegaskan pentingnya penguatan sektor sawit yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Demikian diungkapkam Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid selaku Ketua Tim Kunjungan saat meninjau langsung perkembangan industri minyak sawit nasional di Siumatera Utara.

“Industri sawit tidak hanya menopang ekspor dan ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja yang sangat besar bagi rakyat,” ujar Nurdin saat membuka kunjungan kegiatan, Kamis (3/7/2025).

Berdasarkan data, produksi sawit nasional pada tahun 2024 mencapai 52,76 juta ton, terdiri dari 48,16 juta ton CPO (Crude Palm Oil)dan 4,60 juta ton CPKO (Crude Palm Kernel Oil).

Meski naik sekitar 3,8 persen dari tahun sebelumnya, tren produksi dalam enam tahun terakhir menunjukkan kecenderungan stagnan.

Di sisi lain, konsumsi domestik terus meningkat, terutama untuk kebutuhan biodiesel. Dari 5,83 juta ton pada 2019 melonjak menjadi 11,45 juta ton pada 2024, menunjukkan keberhasilan kebijakan pengembangan energi nabati dalam negeri.

Namun, ekspor justru menurun dari sisi volume. Pada 2019, volume ekspor mencapai 37,39 juta ton, namun turun menjadi 29,53 juta ton pada 2024.

Meski begitu nilai ekspor tetap tinggi karena kenaikan harga pasar dunia, mencapai USD27,76 miliar atau sekitar Rp440 triliun di tahun 2024.

Mengantisipasi tantangan global dan kebutuhan dalam negeri yang meningkat, produksi sawit pada 2025 diperkirakan naik menjadi 53,6 juta ton.

Sedangkan konsumsi domestik sebesar 26,1 juta ton, termasuk 13,6 juta ton untuk program biodiesel B40. Namun, ekspor diprediksi menurun menjadi 27,5 juta ton. (har)

Tags: Biodiselekspor CPOIndustri sawitKomisi VI DPRsawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Program Biodisel B40 Sumbang 15,9 Juta KL Solar

Program Biodisel B40 Sumbang 15,9 Juta KL Solar

17 Januari 2026
Penanganan Karhutla Dinilai Belum Selesaikan Akar Masalah

Penanganan Karhutla Dinilai Belum Selesaikan Akar Masalah

2 Oktober 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.