Perkebunanindonesia.com – Kinerja PT Triputra Agro Persada (TAPG) pada triwulan kedua (Q2) 2025 dilaporkan meningkat dibanding periode lalu. Produksi tandan buah segara (TBS) naik 17 persen dan minyak sawit (CPO) meningkat 16 persen year on year (yoy).
Dalam laporan keuangan yang tidak diaudit pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan, produksi CPO Triputra lebih tinggi YoY karena pertumbuhan produksi TBS dari sumber internal dan pihak ketiga.
“Rendemen (Oil Extraction Rate/OER) naik satu persen, yang tetap berada pada tingkat yang relatif tinggi meskipun terjadi gangguan penyerbukan akibat kondisi cuaca selama musim hujan,” ungkap Perusahaan dalam laporannya, dikutip Senin (4/8/2025).
Manajemen Triputra mengungkapkan produksi yang kuat mendukung peningkatan volume penjualan CPO naik 13 persen, Inti Sawit (PK) naik 9 persen, dan Minyak Inti Sawit (PKO) juga naik mencaai 20 persen.
“Kenaikan tersebut menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan TAPG sebesar 33 persen YoY,” sebut TAPG.
Perusahaan menyebutkan, harga jual rata-rata relatif masih tinggi. Dengan peningkatan volume penjualan, yang pada Semester I 2025 mengimbangi kenaikan biaya produksi, EBITDA meningkat sebesar 57 persen dan Laba Bersih sebesar 76 persen.
“Pada Triwulan II 2025, produksi TBS naik 17 persen dan CPO naik 16 persen. Peningkatan ini didorong tanaman yang mencapai usia produktif dan kondisi cuaca yang mendukung,” sebut TAPG.
Dikombinasikan dengan harga jual yang kuat dan peningkatan volume pengiriman, hal ini menghasilkan kinerja pendapatan yang solid, tumbuh sebesar 33 persen YoY dan berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan keseluruhan sebesar 35 persen bagi perusahaan pada Semester I 2025.
Harga Pokok Penjualan meningkat sebesar 23 persen YoY, terutama didorong kenaikan 40 persen biaya pupuk dan peningkatan pembelian TBS sebesar 32 persen.
Hal ini mencerminkan volume dan harga yang lebih tinggi. Namun, biaya produksi tetap terkendali karena peningkatan produktivitas membantu mengimbangi kenaikan biaya per unit.
Harga CPO tetap tinggi, didukung oleh pasokan minyak nabati global yang ketat. Peningkatan volume produksi dan harga jual pada Triwulan II 2025 berhasil mengimbangi kenaikan biaya produksi, menghasilkan pertumbuhan EBITDA sebesar 38 persen YoY dan peningkatan Laba Bersih sebesar 50 persen.
Kinerja triwulan yang kuat ini berkontribusi pada hasil Semester I 2025 yang kuat, dengan EBITDA dan Laba Bersih tumbuh masing-masing sebesar 57 persen dan 76 persen.
TAPG terus menerapkan manajemen keuangan yang bijaksana, memperkuat ketahanan perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Manajemen memprediksi kemungkinan akan terjadi pergeseran pola produksi. Dengan kontribusi setahun penuh tahun 2025 diperkirakan akan terbagi sekitar 52 persen pada semester pertama dan 48 persen pada semester kedua.
TAPG diperkirakan akan mempertahankan tren peningkatan produksinya, didukung perkebunan yang mulai memasuki usia produktif, dikombinasikan dengan praktik agronomi yang kuat dan kondisi cuaca yang mendukung.
Hasilnya, produksi diproyeksikan tumbuh pada tingkat satu digit pada tahun 2025. Dengan peningkatan produksi dan harga jual yang tangguh, TAPG tetap berada di jalur yang tepat untuk menghasilkan imbal hasil keuangan yang kuat hingga akhir tahun. (far)




