a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementrans Siap Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani Karet

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi

Kementrans Siap Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani Karet

24 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) siap membantu petani karet meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Perlu ada kolaborasi sinergi dengan kementerian terkait.

“Jadi ini menjadi hal penting dan menjadi tanggung jawab kami agar bagi warga transmigrasi yang ada di kawasan transmigrasi atau di eks kawasan transmigrasi itu bisa meningkat pendapatannya, bisa sejahtera,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi, Sabtu (23/5/2026).

Wamentrans menyebutbkan, petani karet ini jumlahnya sekitar 2,1 juta kepala keluarga seluruh Indonesia yang sebagian besar tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Sebagian besar berada di kawasan transmigrasi.

Untuk itu, kata Wamentrans, perlu ada kolaborasi dan sinergi dengan seluruh kementerian, terutama dengan kementerian teknis lainnya seperti Kementerian Pertanian, kemudian BRIN, Kementerian PU.

Hal tersebut, lanjut Viva Yoga, agar pendekatan kebijakan yang komprehensif bisa dibuat dalam rangka meningkatkan produktivitas petani karet agar bisa meningkat pendapatannya dan bisa meningkat kualitas sadapan sehingga ada nilai tambah untuk itu.

Selain itu, menurut Wamentrans Viva Yoga, diperlukan juga proses industrialisasi yang berbasis kepada petani karet rakyat agar mereka juga memiliki nilai tambah untuk dapat berkembang dengan baik.

“Dari zaman dahulu, karet adalah komoditas primadona, sampai sekarang juga menjadi primadona karena karet sudah menjadi komoditas ekspor. Indonesia menjadi negara eksportir terbesar nomor dua setelah Thailand,” kata Viva Yoga.

Namun terdapat kendala, kata Viva Yoga, dengan jumlah petani karet yang lebih banyak petani karet rakyat sekitar 90 persen dibanding dengan milik BUMN dan swasta. Ini ternyata ada kendala.

Pertama, petani karet perlu replanting atau peremajaan karena produksinya sudah turun mengingat usia pohon karetnya sebagian besar lebih dari 25 tahun. Kedua, perlu ada program intensifikasi untuk perkebunan karet melalui pemupukan, pembangunan jaringan, dan lain sebagainya.

Ketiga, perlu ada riset yang memungkinkan agar nanti ada bibit baru dalam rangka untuk keperluan peningkatan produktivitas pohon karet sehingga semuanya itu menjadi sangat penting.

Menurut Viva Yoga, pemerintah dulu pernah menggaungkan Gerakan Nasional (Gernas) Karet, sebagaimana ada gerakan nasional untuk kakao, Gernas Kopi dan Gernas Karet.

“Kami bersama dengan asosiasi dan seluruh petani karet akan terus untuk bisa memaksimalkan produktivitas karet sehingga bisa menghasilkan devisa negara,” kata Viva Yoga. (far/ant)

Tags: KementransPetani karetproduktivitas karetViva Yoga

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BRIN Kembangkan Inovasi Selulosa dan Material Berbasis Karet Alam

BRIN Kembangkan Inovasi Selulosa dan Material Berbasis Karet Alam

26 September 2025

Tingkatkan Produktivitas, BPDP Gandeng Ditjenbun dan PT SIB Gelar Pelatihan SDM Pekebun Sawit Sumsel

24 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.