a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Perkuat Antisipasi Kekeringan untuk Jaga Produktivitas Perkebunan

Kementan Perkuat Kesiapan Pemangku Kepentingan Hadapi EUDR

3 Oktober 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kesiapan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Regulasi Uni Eropa tersebut juga didorong menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan daya saing komoditas kelapa sawit, kakao, dan kopi Indonesia.

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, Mutiara Sari mengatakan, EUDR tidak semestinya hanya dipandang sebagai persyaratan perdagangan.

“EUDR tidak semata-mata kita lihat sebagai persoalan compliance terhadap persyaratan pasar. Kita perlu menjadikannya sebagai momentum untuk memperbaiki sistem kita sendiri,” ujar Mutiara dikutip Jumat (2/10/2026).

Menurut Mutiara, regulasi tersebut dapat menjadi momentum untuk membenahi tata kelola perkebunan, mulai dari data kebun, geolokasi, legalitas lahan, ketertelusuran rantai pasok, kelembagaan pekebun, produktivitas, hingga mutu komoditas.

Mutiara mengatakan, kelapa sawit, kakao, dan kopi merupakan komoditas strategis yang menjadi sumber penghidupan jutaan pekebun dan masyarakat pedesaan.

Namun, lanjut Mutiara, pengembangannya masih menghadapi tantangan, termasuk legalitas lahan, produktivitas dan mutu, tata kelola pemanfaatan lahan, serta ketertelusuran rantai pasok.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto mengatakan, kesiapan menghadapi tuntutan pasar global perlu didukung data yang akurat, digitalisasi, sistem ketertelusuran, serta penguatan kapasitas pekebun.

Kementan mendorong penguatan grading dan traceability berbasis lanskap. Sistem grading diharapkan meningkatkan transparansi mutu dan membangun hubungan yang lebih objektif antara pekebun, pengumpul, pengolah, dan pasar.

Adapun traceability diperlukan untuk memastikan asal-usul komoditas dapat ditelusuri dari tingkat kebun hingga rantai pasok berikutnya.

Mutiara menekankan agar penguatan keberlanjutan tidak justru menjadi beban bagi pekebun kecil. Sebaliknya, sistem tersebut harus membuka peluang bagi pekebun untuk meningkatkan kualitas, memperoleh akses pasar, dan mendapatkan manfaat yang lebih baik dari rantai nilai.

Program FOLUR dinilai strategis karena mendorong transformasi sistem komoditas melalui pendekatan lanskap yang mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem, produksi berkelanjutan, dan penguatan rantai nilai.

Program ini telah berjalan di lima kabupaten, yakni Aceh Tengah, Mandailing Natal, Sanggau, Luwu, dan Sorong.

Hingga kuartal III 2026, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, antara lain penguatan petani swadaya di Aceh Tengah dan Sanggau, penguatan layanan penyuluhan di Luwu dan Mandailing Natal, serta penguatan kelembagaan dan komoditas di wilayah sasaran.

Pengembangan traceability dan commodity grading juga terus dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. (har)

Tags: Kakaokopi

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Pacu Hilirisasi Kakao agar Tembus Australia

Kementan Pacu Hilirisasi Kakao agar Tembus Australia

13 Juli 2026
Mentan Cabut Izin 190 Pengecer dan Distributor Pupuk

Kementan Beri Bantuan Pengembangan Kelapa dan Kakao ke Sabang

28 November 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.