Perkebunanindonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat dalam memperkuat hilirisasi perkebunan dan mewujudkan ketahanan pangan hingga timur Indonesia, seperti sagu, kelapa, dan pala.
Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, melakukan peninjauan ke Unit Pengolahan Hasil (UPH) sagu di Desa Susupu, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
UPH yang merupakan bantuan Kementan tahun 2022 tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 350 kilogram tepung sagu per hari.
“UPH sagu ini menjadi bukti bahwa sumber daya lokal seperti sagu bisa dikelola secara produktif dan ekonomis,” ujar Roni, dikutip Rabu (06/8/2025).
Dengan harga pasar saat ini mencapai Rp15.000 per kilogram, kata Roni, UPH ini bernilai ekonomi yang tinggi sehingga berkontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.
Selain itu, lanjut Roni, Kementan juga terus memastikan ketersediaan benih unggul untuk mendukung produksi komoditas perkebunan. Salah satunya dengan meninjau penangkaran benih pala di Maluku Utara.
Penangkaran tersebut telah memproduksi sekitar 450 ribu batang pala varietas unggul Ternate 1. Sebanyak 69 ribu batang telah memperoleh sertifikat mutu benih (SMB).
“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, penguatan hilirisasi subsektor perkebunan harus dimulai dari hulu, salah satunya dengan memastikan ketersediaan benih unggul,” jelas Roni.
Menurut Roni, dibutuhkan benih yang berkualitas dan bersertifikat untuk produksi dan produktivitas yang optimal, serta mendorong produk bernilai tambah.
Roni juga menegaskan kunjungan ke penangkaran benih dilakukan untuk memastikan kualitas benih yang akan digunakan tetap terjaga dan sesuai standar. Hal ini sebagai fondasi penting dalam memperkuat hilirisasi perkebunan.
“Kesiapan penangkaran ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan kawasan perkebunan pala yang lebih luas di Maluku Utara,” terang Roni.
Selain itu, Roni dan jajaran Kementan juga melakukan monitoring terhadap bantuan UPH kelapa tahun 2024 di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo.
Menurut Ketua Kelompok Tani, Syarif, unit ini mampu memproduksi hingga 50 liter minyak kelapa per hari dengan kebutuhan bahan baku sebanyak 10 butir kelapa per liter. Harga jual minyak kelapa lokal saat ini berada di kisaran Rp30.000 per liter.
“Produk kami masih dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Namun ke depan, kami berharap bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Syarif optimistis. (sat)
Baca juga : Kementan Perkuat Hilirisasi Sagu Berbasis Pangan Lokal





https://shorturl.fm/WLK4S