a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Gelar Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 12 Provinsi

Kementan Gelar Tanam Serentak Komoditas Perkebunan

Kementan Gelar Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 12 Provinsi

5 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjen Perkebunan) menggelar Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 30 kabupaten pada 12 provinsi di Indonesia, Rabu (3/6/2026).

Gerakan tanam serentak ini mencakup empat komoditas strategis perkebunan, yakni tebu, kopi, kakao, dan kelapa yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, energi, serta peningkatan kesejahteraan pekebun.

“Tanam serentak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong peningkatan produksi nasional. Saya minta seluruh jajaran, baik pusat maupun daerah, bergerak cepat, kompak, dan memastikan setiap hektare lahan yang telah dialokasikan benar-benar ditanami serta dipantau perkembangannya,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dikutip Kamis (4/6/2026).

Amran menegaskan bahwa percepatan pengembangan komoditas perkebunan strategis, terutama tebu, menjadi prioritas nasional yang harus dijalankan secara terukur dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh terus bergantung pada impor gula. Indonesia memiliki lahan, sumber daya manusia, dan semangat yang kuat untuk mencapai swasembada,” tegas Amran.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil menyampaikan, pihaknya terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing sektor perkebunan.

Menurut Ali Jamil, hilirisasi perkebunan menjadi instrumen penting dalam menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan pekebun, menekan kemiskinan, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat kinerja ekspor nasional.

Pada Tahun Anggaran 2026, Ditjen Perkebunan mengalokasikan pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare.

Dari jumlah tersebut, Provinsi Jawa Barat memperoleh alokasi seluas 8.000 hektare, sementara Kabupaten Subang mendapat porsi seluas 2.013 hektare yang terdiri atas kegiatan bongkar ratoon seluas 1.763 hektare dan perluasan areal baru seluas 250 hektare.

Kabupaten Subang sendiri saat ini memiliki areal tebu eksisting seluas 3.595 hektare dan dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional.

Dalam program ini, setiap hektare lahan mendapatkan dukungan benih sebanyak 60.000 mata tunas serta bantuan biaya operasional pekebun setara 40 Hari Orang Kerja (HOK). Varietas yang digunakan adalah PSJT 941 yang memiliki potensi produksi hingga 98,4 ton per hektare dengan rendemen gula mencapai 9,64 persen, sehingga dinilai cocok untuk pengembangan tebu di wilayah Subang.

Terkait progres Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Subang telah memperoleh Surat Keputusan (SK) seluas 1.413 hektare yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Cipunagara, Cikaum, Pegaden, Purwadadi, dan Cijambe.

Gerak Tanam Serentak ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor perkebunan.

Pelaksanaan tanam serentak dipusatkan di Kelompok Tani Bungur Tani, Desa Pasir Bungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pangan dan energi.

Pada gerakan tanam serentak hari ini, penanaman perdana dilakukan di lahan seluas 4,9 hektare yang merupakan bagian dari program perluasan areal tebu seluas 250 hektare.

Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat kemitraan antara petani dengan Pabrik Gula Jatitujuh dan Pabrik Gula Subang secara berkelanjutan. (har)

Tags: Direktorat Jenderal PerkebunanGerakan Tanam SerentakKakaokelapaKementankopiTebu

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Petani Berharap Teh Jadi Komoditas Unggulan Perkebunan

Petani Berharap Teh Jadi Komoditas Unggulan Perkebunan

19 Juni 2026
Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Gula dalam Dua Tahun

Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Gula dalam Dua Tahun

18 Juli 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.