a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kemenperin Mendorong Inovasi Hilirisasi Sawit dengan Produk Cokelat

Kemenperin Mendorong Inovasi Hilirisasi Sawit dengan Produk Cokelat

Kemenperin Mendorong Inovasi Hilirisasi Sawit dengan Produk Cokelat

4 Mei 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong hilirisasi sawit melalui langkah strategis dengan pengembangan produk olahan bernilai tambah tinggi, seperti pangan olahan, kosmetik, bioenergi, dan produk turunan lainnya. Salah satunya cokelat.

Upaya hilirisasi ini mendapat dukungan dari berbagai daerah penghasil kelapa sawit, termasuk Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kelapa sawit.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizal menjelaskan, salah satu wujud nyata komitmen tersebut, unit pelaksana teknis (UPT) Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) Makassar telah melaksanakan lokakarya peningkatan kapasitas UMKM.

“Melalui inovasi pembuatan cokelat berbasis minyak sawit, diharapkan dapat menciptakan nilai tambah dan membuka peluang pasar baru bagi masyarakat dan UMKM di daerah,” ungkap Andi dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2025).

Kepala BBSPJIHPMM Makassar, Shinta Virdhian mengatakan, pihaknya fokus memberikan pelatihan dan pengembangan inovasi industri hilir berbasis sawit dalam pembuatan cokelat.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan teknologi dan pelatihan kepada masyarakat dan UMKM agar mampu berdaya saing di pasar global,” ujar Shinta Virdhian.

Workshop ini untuk memberikan pengetahuan teknis dan keterampilan praktis dalam pemanfaatan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan cokelat yang bernilai tambah dan berkualitas tinggi, serta memberikan sertifikat kompetensi bagi peserta sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan mereka.

“Kegiatan ini mencerminkan bentuk sinergi antara BBSPJIHPMM sebagai pelaksana teknis, BPDP sebagai penyedia dukungan dana pengembangan industri sawit, dan APKASINDO Perjuangan yang aktif dalam pemberdayaan petani dan komunitas sawit di seluruh Indonesia,” tutur Shinta.

Senior Analis Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPPKS) Anwar Saddat berharap, masyarakat dan pelaku UMKM bisa memperoleh manfaat langsung dana pengembangan industri sawit melalui pelatihan yang bisa menciptakan produk inovatif dari sawit serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, Sekjen DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Perjuangan, A. Sulaiman H Andi Loeloe mengatakan, pembuatan cokelat dari minyak kelapa sawit adalah solusi kreatif untuk mengetahui manfaat lain dari turunan sawit sehingga dapat mendorong industri hilir dan meningkatkan nilai ekonomi sawit masyarakat.

Kemenperin meyakini pengembangan produk hilir sawit dapat membuka peluang ekonomi baru, memperluas pasar domestik dan ekspor, serta menciptakan lapangan kerja, khususnya di sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Berdasarkan data Statistik Perkebunan tahun 2024 Badan Pusat Statistik (BPS) luas lahan perkebunan kelapa sawit di Sulsel mencapai 44.014 hektare (ha), terdiri dari Perkebunan Negara 17.527 ha, Perkebunan Swasta 841 ha, dan Perkebunan Rakyat 25.646 ha.

Sedangkan untuk produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) Sulsel sebesar 112.377 ton pada tahun 2024, yang meliputi 19.568 ton dari Perkebunan Negara, 3.931 ton Perkebunan Swasta, dan 88.878 ton Perkebunan Rakyat.

“Potensi besar yang dimiliki daerah seperti Sulawesi Selatan menjadi bagian penting dalam transformasi industri sawit yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Andi.

Menurut Andi, dengan luas lahan dan produksi sawit yang signifikan, Sulsel berpeluang menjadi pusat pertumbuhan industri hilir sawit di Kawasan Timur Indonesia. (fad)

Tags: cokelatsawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BRIN: untuk Hasilkan Kopi Bermutu Tak Perlu Alat Canggih

BRIN: untuk Hasilkan Kopi Bermutu Tak Perlu Alat Canggih

19 Oktober 2025
Mentan Canangkan Kabupaten Majene Sentra Baru Bawang Merah Nasional

Mentan Canangkan Kabupaten Majene Sentra Baru Bawang Merah Nasional

20 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.