a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Java Coffee Kedepankan Standar Keberlanjutan

Java Coffee Kedepankan Standar Keberlanjutan

Java Coffee Kedepankan Standar Keberlanjutan

1 Mei 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Java Coffee Estate (JCE) perkebunan kopi yang dikelola melalui kerja sama antara PTPN IV PalmCo dan PTPN I, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kopi arabika specialty Indonesia yang mengedepankan standar keberlanjutan dengan sertifikasi internasional.

Sepanjang tahun 2024 JCE mencatatkan kinerja ekspor yang positif. Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai strategi yang diterapkan.

Salah satunya penerapan sertifikasi Rainforest Alliance (RA) dan European Union Deforestation Regulation (EUDR), yang menjadi syarat utama bagi produk agrikultur tersebut masuk ke Pasar Dunia khususnya Uni Eropa.

“Dengan berbagai langkah yang kami lakukan, kami ingin menjadikan Java Coffee Estate sebagai produsen kopi berkualitas terbaik yang tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga memenuhi standar keberlanjutan global,” ujar Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dalam keterangannya, seperti dikutip Rabu (30/4/2025).

Dengan demikian, kata Jatmiko, kopi premium Indonesia yang dikenal dengan “Java Coffee” semakin mendunia dan dipercaya oleh pasar dunia.

Menurut Jatmiko, pencapaian Java Coffe ini merupakan hasil dari transformasi berkelanjutan yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi kopi di Java Coffee Estate adalah penerapan program intensifikasi melalui replanting. Program ini telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2021 hingga Tahun 2025 dengan total tanaman baru mencapai 1.500 hektare (ha).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan dengan menanam ulang pohon kopi menggunakan varietas unggul, sekaligus menerapkan teknologi pertanian terbaru yang lebih efisien.

“Program replanting ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu memperpanjang siklus produksi kopi di perkebunan,” jelas Jatmiko.

Dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis data, lanjut Jatmiko, Java Coffee Estate memastikan bahwa setiap hektare lahan dikelola secara optimal untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang memenuhi standar ekspor.

Selain peningkatan produktivitas, Java Coffee Estate juga berkomitmen untuk memenuhi regulasi ketat yang diberlakukan di pasar ekspor.

Menurut Jatmiko, salah satu tantangan terbesar industri kopi saat ini adalah regulasi EUDR, yang mewajibkan produk agrikultur yang masuk ke Uni Eropa bebas dari unsur deforestasi.

Oleh karena itu, kata Jatmiko, penerapan sistem ketelusuran (traceability) di setiap tahap produksi menjadi bagian penting dalam memastikan kepatuhan terhadap aturan tersebut.

Direktur Pemasaran Holding PTPN III (Persero) sekaligus Ketua PMO Kopi Nusantara Kementerian BUMN, Dwi Sutoro, optimistis bahwa ekspor kopi dari Java Coffee Estate akan terus meningkat pada tahun 2025.

“Melihat tren positif sepanjang 2024, kami yakin ekspor kopi Arabika specialty dari JCE akan terus tumbuh dengan dukungan berbagai program strategis, seperti replanting, sertifikasi keberlanjutan, serta adaptasi terhadap regulasi global,” jelas Dwi Sutoro.

Lebih lanjut, Dwi Sutoro menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas, namun juga memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar global.

“Java Coffee Estate diharapkan dapat menjadi barometer keberhasilan agribisnis kopi di Tanah Air, sekaligus bukti bahwa Indonesia mampu bersaing di industri kopi premium dunia,” kata Dwi Sutoro. (fad)

Tags: keberlanjutankopi

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Sang Hyang Seri Luncurkan Produk Benih Dasar (FS)

Sang Hyang Seri Luncurkan Produk Benih Dasar (FS)

18 Juli 2025
Harga TBS Sawit Petani

Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Merosot

1 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.