a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Industri Gula ID FOOD Tingkatkan Target Produksi Gula

Industri Gula ID FOOD Tingkatkan Target Produksi Gula

Industri Gula ID FOOD Tingkatkan Target Produksi Gula

28 April 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, perkebunanindonesia.com – Holding BUMN Pangan ID FOOD menargetkan meningkatkan produksi gula dan mendorong tingkat optimasi pabrik dalam rangka efisiensi operasional. Hal ini seiring dimulainya giling tebu di tahun 2025.

“Proses giling yang mulai berlangsung ini akan dioptimalkan untuk menerima dan mengolah tebu matang dari mitra petani. Hal ini baik untuk keberlanjutan serta untuk menjaga kualitas rendemen tebu yang sudah matang,” ujar Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo seperti dikutip Sabtu (25/4/2025).

Menurut Ghimoyo, telah dimulainya giling menunjukkan kesiapan pabrik gula ID FOOD yang lebih baik di tahun ini.

Ghimoyo mengatakan, tahap awal giling ID FOOD Group tahun 2025 dimulai di wilayah Jawa Timur, yaitu di PG Rejo Agung Baru yang berlokasi di Madiun dan PG Krebet Baru Malang. Kedua PG tersebut dikelola oleh Anak Perusahaan ID FOOD, yaitu PT PG Rajawali I.

Pada giling tahun 2025, lanjut Ghimoyo, PT PG Rajawali I menargetkan produksi gula sebanyak 212 ribu ton, atau meningkat dari produksi tahun sebelumnya yang berada di angka 208 ribu ton.

Peningkatan produksi tersebut dikontribusikan dari PG Krebet Baru sebesar 156 ribu ton dan PG Rejo Agung Baru sebesar 56 ribu ton. Peningkatan produksi ini juga diiringi peningkatan target tebu digiling menjadi 2,7 juta ton di tahun ini.

“Ditargetkan PT PG Rajawali I mampu mencapai 2,7 juta ton tebu digiling, jumlah tersebut dipasok PG Krebet Baru sebanyak 1,9 juta ton dan PG Rejo Agung Baru sebanyak 800 ribu ton,” jelas Ghimoyo.

Selain itu, kata Ghimoyo, luas areal tebu juga diharapkan terus tumbuh menjadi 37 ribu hektere (ha) di tahun 2025, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di 36 ribu ha.

Untuk memastikan pencapaian target tersebut, Ghimoyo, mendorong kolaborasi yang solid baik di internal maupun eksternal dengan menggandeng seluruh stakeholder pabrik gula.

Menurut Ghimoyo, perlu dukungan para mitra petani tebu dan seluruh tim tanaman khususnya Petugas Lapangan Pabrik Gula (PLPG) yang berada di garis terdepan untuk memasok tebu dengan kualitas terbaik.

“Saat ini, PT PG Rajawali I memiliki lebih dari 19 ribu mitra petani tebu yang telah menjadi bagian dari ekosistem industri gula perusahaan. Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan para mitra petani yang mempercayakan hasil panennya digiling di pabrik gula kami,” jelas Ghimoyo lagi.

Lebih lanjut, Ghimoyo mengatakan, dengan sejumlah persiapan dan pembenahan yang sudah dilakukan satu tahun terakhir, diharapkan tahun 2025 ini kinerja PG ID FOOD Group secara keseluruhan lebih baik dari tahun sebelumnya, yang ditandai dengan peningkatan produksi dan rendemen.

Adapun, secara keseluruhan, melalui 6 pabrik gula yang berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Barat tahun ini ID FOOD menargetkan produksi gula sebesar 350 ribu ton, atau meningkat 14 persen dari produksi tahun sebelumnya yang berada di angka 306 ribu ton.

“Peningkatan produksi gula ID FOOD tersebut diharapkan dapat berkontribusi menjaga pasokan bagi pemenuhan kebutuhan gula dalam negeri. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung percepatan swasembada gula sesuai Perpres Nomor 40 Tahun 2023, tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati,” ungkap Ghimoyo.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi terhadap peningkatan produksi gula konsumsi secara besar-besaran. Sebagai contoh, Kabupaten Malang merupakan daerah produsen gula terbesar di Jawa Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi gula pada tahun 2023 di Jawa Timur mencapai 49 persen atau sebanyak 1,12 juta ton dari total produksi gula nasional tahun 2023 yang sebanyak 2,2 juta ton.

Menurut Arief, kinerja yang sudah baik ini harus dapat terus ditingkatkan. Apalagi saat ini sudah memasuki musim giling tebu tahun 2025, dengan rencana produksi gula nasional 2,59 juta ton.

“Saya berharap bahwa dengan sinergi bersama, rendemen gula tahun ini dapat lebih tinggi dari pada tahun lalu sebesar 7,4 persen,” ujar Arief.

Bupati Malang M. Sanusi mengaku siap untuk menggelontorkan anggaran penelitian pengembangan gula nasional melalui APBD daerah. Komoditas gula harus menjadi perhatian bersama agar ke depan pangan Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.

“Kalau ada yg bisa bikin bibit atau penelitian nanti kita dukung melalui APBD. Nanti dengan Kadis Pertanian kita dukung bersama. Alokasi APBD untuk kita dukung tingkatkan produksi tebu mencapai Rp 10 Miliar. Jadi apapun untuk peningkatan petani, kita harus dukung bersama,” jelas Sanusi. (ban/yr)

Tags: GulaTebu

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BPDP Tekankan Pentingnya Roadmap Riset Kelapa dan Kakao

Industri Kakao Sangat Bergantung pada Kolaborasi Pemangku Kepentingan

24 Juli 2026
BRIN Kembangkan Pelat Perlintasan dari Karet untuk Kereta Api

BRIN Kembangkan Pelat Perlintasan dari Karet untuk Kereta Api

8 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.