a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Indonesia – Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception

Indonesia – Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception

13 Januari 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi, bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), menyelenggarakan The Indonesia Palm Oil Networking Reception.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral pasca Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Islamabad pada Desember 2025.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Pakistan Chandra W. Sukotjo memaparkan hubungan historis Indonesia – Pakistan serta menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara kini memasuki fase baru yang lebih strategis dan berorientasi ke masa depan. Ini sejalan dengan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Islamabad sebelumnya.

Sukotjo menekankan bahwa industri sawit merupakan pilar utama hubungan ekonomi kedua negara. Indonesia berkomitmen untuk mendorong kemakmuran bersama dan hubungan perdagangan yang lebih berimbang, termasuk melalui peningkatan impor dari Pakistan serta penjajakan penciptaan nilai bersama di luar perdagangan yang bersifat transaksional.

Karachi, sebagai gerbang ekonomi Pakistan, diakui sebagai mitra alami bagi Indonesia dalam memperluas jangkauan ekonomi di kawasan Asia Selatan.

“Pertemuan ini merupakan wadah untuk mengakui kemitraan yang telah ada, memperkuat kepercayaan, serta menjajaki peluang baru menuju kerja sama ekonomi yang lebih terstruktur dan berorientasi masa depan,” ujar Sukotjo.

Sementara itu, Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menyampaikan bahwa GAPKI berperan sebagai mitra strategis pemerintah khususnya KJRI Karachi dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral. Salah satu tugas GAPKI adalah menyediakan informasi yang akurat mengenai praktik industri kelapa sawit Indonesia.

GAPKI memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi pemasok minyak sawit yang stabil, bertanggung jawab, dan andal bagi pasar Pakistan, yang merupakan salah satu importir minyak sawit terbesar di dunia.

Bersama para mitra di Pakistan, GAPKI akan memfasilitasi kontrak dagang langsung antara produsen Indonesia dan pembeli Pakistan guna menjamin ketersediaan pasokan minyak sawit bagi kebutuhan pangan dan industri di Pakistan, sekaligus mendorong kolaborasi teknis di bidang refinery dan pengolahan minyak sawit.

Selain itu, GAPKI juga berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku usaha kelapa sawit untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia khususnya Kemendag dalam perumusan kebijakan ekspor yang mendukung daya saing produk Indonesia di pasar global, termasuk Pakistan.

Dalam konteks acara The Indonesia Palm Oil Networking Reception, GAPKI menjadi penggerak utama sektor swasta yang memastikan komitmen politik pemerintah dapat diterjemahkan ke dalam transaksi nyata serta kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri kembali menegaskan pentingnya pasar Pakistan bagi Indonesia.

“Pakistan penting bagi Indonesia. Pasar Pakistan, industri Pakistan, dan konsumen Pakistan sangat penting bagi kami,” tegas Wakil Menteri Perdagangan.

Hubungan dagang Indonesia-Pakistan memang sudah lama terjalin erat. Kebutuhan minyak sawit negara itu sebagian besar berasal dari Indonesia. Dari 150 negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia, Pakistan berada di urutan ketiga.

Berdasarkan Oil World 2025, dari tahun ke tahun, nilai impor sawit Indonesia ke Pakistan terus meningkat. Peningkatan terbesar terjadi di tahun 2024 dengan total ekspor minyak sawit mencapai 3 juta ton lebih.

Wamendag juga menegaskan komitmen Indonesia untuk menciptakan perdagangan yang lebih berimbang, dengan membuka peluang yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Pakistan, mulai dari sektor pertanian hingga layanan digital.

Sebagai bentuk konkret penguatan kerja sama, pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan tiga dokumen kesepakatan penting, yaitu: Nota Kesepahaman (MoU) tentang pembentukan Komisi Perdagangan Bersama Indonesia – Pakistan; dan MoU tentang Kerja sama antara GAPKI dengan PEORA (Pakistan Edible Oil Refiners Association dan PVMA (Pakistan Vegetable Manufacturers Association.

MoU tentang Pembentukan Komisi Perdagangan Bersama Indonesia–Pakistan ditandatangani Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan Pakistan. Komisi ini diharapkan menjadi forum resmi untuk mengelola hubungan ekonomi bilateral secara berkelanjutan, mengatasi hambatan perdagangan, serta menjajaki peluang baru di bidang ekspor-impor.

Pada tingkat sektoral, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan Pakistan juga menyaksikan penandatanganan MoU antara GAPKI, PEORA dan PVMA.

Kerja sama ini bertujuan untuk mengamankan rantai pasok serta menjaga stabilitas harga minyak sawit di kedua negara. (yer)

Tags: Ketua umum.Gapkisawit

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Perang Tarif AS Tak Mampu Lumpuhkan Industri Teh China

Perang Tarif AS Tak Mampu Lumpuhkan Industri Teh China

16 Agustus 2025
Komitmen Inovasi dan Keberlanjutan Tata Kelola Astra Agro

Komitmen Inovasi dan Keberlanjutan Tata Kelola Astra Agro

28 April 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.