a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Saham Meroket, PGUN Milik Anak Haji Isam Disuspend BEI

Saham Meroket, PGUN Milik Anak Haji Isam Disuspend BEI (Istimewa)

Harga Saham Meroket, PGUN Milik Anak Haji Isam Disuspend BEI

29 Juli 2025
1
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Setelah melesat hingga 24,5 persen pada perdagangan Senin (28/7/2025), saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) disuspend atau distop Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk transaksinya selanjutnya.

Penghentian perusahaan perkebunan kelapa sawit milik anak Haji Isam itu dipicu meroketnya harga saham dalam sebulan terakhir mencapai 111,11 persen menjadi Rp 1.140.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) pada tanggal 29 Juli 2025,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resminya, Senin (28/7/2025).

BEI dalam pengumuman resminya itu juga menyatakan penghentian sementara PGUN melantai di bursa dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor.

BEI menyatakan, penghentian sementara perdagangan saham PGUN tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PT Pradiksi Gunatama Tbk.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” sebut BEI dalam pengumumannya.

Sebelum itu, otoritas BEI telah memantau secara khusus pergerakan melesatnya saham Pradiksi Gunatama (PGUN) sebesar 24,59 persen pada Senin (28/7/2025).

Harga saham yang dicapai PGUN di level Rp1.140 merupakan harga tertinggi yang diraih sepanjang tahun berjalan 2025. Pada Januari 2023, saham PGUN pernah menyentuh level tertinggi di Rp1.350, yang kala itu membuat nilai kepemilikan keduanya mencapai sekitar Rp5,94 triliun.

Meroketnya harga saham PGUN diduga kuat setelah BEI merilis  kinerja keuangan pada Jumat (25/4/2025). Dalam laporan itu disebutkan, laba bersih PGUN naik signifikan tahun berjalan 883,76 persen menjadi Rp 45,45 miliar pada semester I-2025. Sedangkan pada periode sama tahun hanya Rp 4,62 miliar.

Rilis laporan kinerja keuangan itu juga disebutkan, peningkatan laba tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih perseroan dari Rp 139,17 miliar menjadi Rp 175,69 miliar. Sebaliknya beban pokok penjualan justru turun dari Rp 115,47 miliar menjadi Rp 108,63 miliar.

Peningkatan laba tersebut berdampak positif terhadap laba bersih per saham PGUN dari semula Rp 0,81 menjadi Rp 7,92 per saham. Sedangkan total aset perseroan relative stabil level Rp 2,63 triliun dan kewajiban turun menjadi Rp 794,74 miliar.

PT Pradiksi Gunatama Tbk berdiri 1995 merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Batu Engau, kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas ijin usaha mencapai 22.500 hektare (ha).

Saat ini luasan tertanam telah mencapai 12.800 ha dengan areal tanaman menghasilkan seluas 11.800 ha serta didukung satu unit Pabrik kelapa sawit kapasitas 60 ton perjam extendable ke 90 ton per jam.

Diperkirakan dari melambungnya harga saham, nilai kekayaan anak Haji Isam yakni Liana Saputri dan Jhony Saputra anak Haji Isam ini melonjak Rp990,08 miliar pada hari itu seiring harga saham menembus level Rp1.140 per saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Jhony dan Liana tercatat memiliki saham PGUN melalui dua entitas, yaitu PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya, dengan total kepemilikan mencapai 4,40 miliar saham atau sekitar 76,69 persen dari total saham beredar.

Jhony Saputra, pemuda Gen Z lulusan SMA Al Azhar Pusat tahun 2018, telah mengantongi berbagai pengalaman memimpin sejumlah perusahaan. Jhony juga tercatat sebagai pemilik sekaligus pemegang saham PT Modal Harapan Bangsa sejak 2018, serta memiliki kepemilikan di PT Surya Mega Adiperkasa sejak 2020. (far)

Tags: Bursa Efek Indonesiakelapa sawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Comments 1

  1. Ping-balik: Perdagangan Saham Perusahaan Sawit Anak Haji Isam Distop Lagi - perkebunanindonesia.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Alokasikan Pengembangan Kawasan Tebu Seluas 100 Ribu Ha

Kementan Alokasikan Pengembangan Kawasan Tebu Seluas 100 Ribu Ha

24 November 2025
Astra Agro Catat Kinerja Positif Selama 2024

Astra Agro Catat Kinerja Positif Selama 2024

28 April 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.