PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Referensi (HR) biji kakao untuk periode Agustus 2026 sebesar USD 5.424,96/MT atau meningkat USD 1.455,41 (36,66 persen) dibandingkan dengan periode sebelumnya.
“Peningkatan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi gangguan pasokan di negara-negara produsen utama Afrika Barat akibat serangan hama, cuaca buruk, dan penurunan produksi yang dipicu fenomena El Niño,” ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana dikutip Senin (3/8/2026).
Kenaikan tersebut, kata Tommy, mendorong Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao menjadi USD 5.064/MT, naik USD 1.418 atau 38,90 persen.
Menurut Tommu, penetapan HR dan HPE biji kakao tersebut mempertimbangkan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan global.
Untuk periode 1–31 Agustus 2026, BK biji kakao ditetapkan sebesar 7,5 persen, mengacu pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 68 Tahun 2025.
Sementara itu, PE biji kakao juga ditetapkan sebesar 7,5 persen, sesuai Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 9 Tahun 2026.
Sistem informasi Pasar Produk Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan, harga biji kakao di beberapa sentra utama produksi utama di seluruh Indonesia pada Juni – Juli 2026 ada kenaikan.
Di Kabupaten Pidie (Aceh), harga biji kakao non fermentasi pada Juli 2026 mencapai Rp 73.640 per kilogram (kg) (kg), sedangkan di bulai Juni 2026 tercatat Rp 50.835/kg.
Kenaikan juga terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara) harga biji kakao pada Juli mencapai Rp 60.000/kg. Padahal di bulan Juni 2026 sebesar Rp 45.870/kg.
Hal serupa juga terjadi di Lampung Barat (Lampung). Harga biji kakao non fermentasi naik dari Rp 54.485/kg pada Juni 2026 menjadi Rp 64.480/kg pada Juli 2026.
Demikian juga di Kabupaten Kulon Progo (DIY). Harga biji kakao pada Juni 2026 tercatat Rp 45.335/kg, namun pada Juli 2026 menjadi Rp 55.000/kg. Di Kabupaten Tabanan (Bali) juga naik dari Rp 54.025/kg pada Juni 2026 menjadi Rp 76.870/kg pada Juli 2026.
Di Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan) harga biji kakao pada Juni 2026 mencapai Rp 61.000/kg. Sendangkan pada Juli 2026 sebesar Rp 83.690/kg. Kenaikan juga terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah dari Rp 50.830/kg pada Juni 2026 menjadi Rp 61.100/kg pada Juli 2026. (far)




