a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Minyak Sawit di Kawasan Amerika Utara dan Membagi Manfaat Sawit

GAPKI Sebut Ekspor dan Konsumsi Sawit Periode Mei Turun Lebih Dalam

16 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebut ekspor minyak sawit (CPO) dan minyak kernel (PKO) serta konsumsi pada Mei 2026 turun lebih dalam dibanding periode sebelumnya. Produksi CPO dan PKO pada Mei juga turun.

“Produksi CPO pada Mei 2026 mencapai 4.165 ribu ton, turun 7,01 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar 4.479 ribu ton. Produksi PKO juga turun menjadi 387 ribu ton dari 424 ribu ton pada April,” ungkap Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).

Dengan demikian, total produksi CPO dan, PKO pada Mei 2026 mencapai 4.552 ribu ton, turun 7,16 persen dibandingkan April sebesar 4.903 ribu ton.

“Secara tahunan Januari-Mei 2026, produksi, konsumsi, dan ekspor industri kelapa sawit Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujar Mukti

Secara kumulatif Januari–Mei 2026, total produksi mencapai 25.013 ribu ton, lebih tinggi 10,68% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 22.600 ribu ton.

GAPKI mencatat total konsumsi dalam negeri pada Mei 2026 mencapai 2.078 ribu ton, turun 2,98 persen dibandingkan April sebesar 2.141 ribu ton. Penurunan konsumsi terjadi pada sektor biodiesel yang mencapai 1.035 ribu ton, turun dari 1.137 ribu ton pada April.

Sedangkan konsumsi pangan naik sedikit menjadi 856 ribu ton dari 831 ribu ton di bulan April, demikian juga konsumsi oleokimia yang naik menjadi 187 ribu ton dari 173 ribu ton pada bulan April.

“Secara kumulatif Januari–Mei 2026, total konsumsi dalam negeri mencapai 10.743 ribu ton, lebih tinggi 5,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 10.200 ribu ton,” sebut Mukti.

Total ekspor produk sawit pada Mei 2026 hanya mencapai 1.996 ribu ton, turun 28,14 persen dibandingkan April sebesar 2.777 ribu ton.

Penurunan terjadi pada ekspor olahan minyak sawit yang hanya mencapai 1.423 ribu ton dari 2.041 ribu ton (-30,26 persen), ekspor CPO menjadi 31 ribu ton dari 153 ribu ton (-79,7 persen). Selanjutnya ekspor olahan minyak inti sawit menjadi 55 ribu ton dari 97 ribu ton (-43,4 persen).

Meskipun demikian, secara kumulatif Januari-Mei 2026, total ekspor mencapai 13.320 ribu ton, lebih tinggi 10,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 12.080 ribu ton.

Nilai ekspor produk sawit pada Mei 2026 mencapai US$2,49 miliar, turun dari US$3,38 miliar pada April atau sebesar minus 26,3 persen. Rata-rata harga CPO CIF Rotterdam pada bulan Mei US$ 1.453/ton lebih rendah dari harga rata-rata bulan April sebesar US$ 1.566 (-7,2 persen).

Secara kumulatif Januari-Mei 2026, nilai ekspor mencapai US$15,526 miliar, lebih tinggi 13,82 persen dari tahun 2025 sebesar $ 13,641 milliar. Rata-rata harga CPO Cif Rotterdam selama Januari-Mei 2026 tercatat US$1.417 per ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun 2025 sebesar US$1.186 per ton.

Menurut negara tujuannya, penurunan ekspor pada Mei dibandingkan April antara lain terjadi untuk tujuan China sebesar 164 ribu ton (-30 persen), India sebesar 124 ribu ton (-60 persen), Afrika sebesar 140 ribu ton (-36 persen), EU sebesar 26 ribu ton (-5 persen), USA sebesar 78 ribu ton (-37 persen), Malaysia sebesar 49 ribu ton (-36 persen).

Kenaikan ekspor dijumpai untuk tujuan Russia sebesar 86 ribu ton (+216 persen). Namun apabila dihitung secara kumulatif selama periode Januari-Mei, ekspor ke China 46 persen lebih tinggi dari tahun 2025, ke India 3 persen lebih tinggi, Afrika 14 persen lebih tinggi, EU 3 persen lebih tinggi, sebaliknya USA 8 persen lebih rendah dari tahun 2025.

Dengan stok awal tahun sebesar 2.068 ribu ton, total produksi Januari-Mei 2026 sebesar 25.013 ribu ton, total konsumsi dalam negeri sebesar 10.743 ribu ton, total ekspor sebesar 13.320 ribu ton, serta impor sebesar 24 ribu ton, maka stok akhir Mei 2026 tercatat sebesar 3.042 ribu ton. (yer)

 

Tags: ekspor CPOGapkiproduksi cpo

Related Posts

Harga Refensi Biji Kakao

Harga Referensi Biji Kakao Oktober 2026 Naik Tujuh Persen

3 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) tetapkan harga referensi (HR) biji kakao periode Oktober 2026 USD 6.057,87 per...

Produksi TBS Lonsum Semester I 2025 Turun Dua Persen

Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Lagi

2 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) periode Okteber 2026 mengalami kenaikan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Agrinas Palma Nusantara dan KPBN Perkuat Sinergi Pemasaran Sawit

Agrinas Palma Nusantara dan KPBN Perkuat Sinergi Pemasaran Sawit

16 April 2026
Tingginya Kebutuhan Karbon Aktif dari Cangkang Sawit

Tingginya Kebutuhan Karbon Aktif dari Cangkang Sawit

26 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.