JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Dua varietasl tebu unggul resmi dilepas Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Tim Penilai Varietas (TPV) Tanaman Perkebunan.
Ketua TPV Tanaman Perkebunan, Ebi Rulianti yang juga Direktur Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, ada dua varietas tebu yang dilepas, berasal dari dua pengusul.
“PT Sinergi Gula Nusantara (KSO Kebun Dhoho) mengusulkan varietas tebu Klon JSR 13-2161 yang dilepas dengan nama SGN 01, sedangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya mengusulkan varietas tebu Panjalu 01,” ungkap Ebi Rulianti dalam Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan Juni Tahun 2025, Senin (16/06/2025).
Menurut Ebi Rulianti, pelepasan varietas kali ini menjadi langkah penting dalam upaya memberikan alternatif pilihan varietas unggul tebu bagi petani tebu sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tebu secara nasional.
“Varietas SGN 01 dapat menjadi alternatif varietas masak tengah lambat yang memiliki potensi produktivitas tinggi, begitupun dengan varietas Panjalu 01 yang dapat dijadikan sebagai alternatif varietas dengan kemasakan lambat yang memiliki produktivitas tinggi,” jelas Ebi Rulianti.
Lebih lanjut Ebi Rulianti berharap, akan lebih banyak varietas unggul yang dilepas untuk memperkaya pilihan masyarakat perkebunan.
“Kedua varietas ini harus mampu menjawab tantangan masa kini, sekaligus memberikan peluang ekonomi yang lebih baik bagi petani dan pelaku usaha di sektor ini,” harap Ebi Rulianti.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto menyambut baik pelepasan dua varietas unggul tebu yang telah melalui proses penilaian secara ilmiah dan transparan tersebut.
Menurut Heru, varietas ini menjawab kebutuhan nyata di lapangan, dengan kerakter agronomi tanaman yang memiliki produktivitas tebu dan hablur yang tinggi.
“Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan dalam memperkuat sistem perbenihan nasional dalam upaya mendukung swasembada gula konsumsiyang dicanangkan tercapai pada 2028,” ujar Heru.
Selain itu, lanjut Heru, strategi itu untuk pemenuhan kebutuhan industri serta energi berbasis bioethanol pada 2030, sebagaimana Pemerintah telah menetapkan roadmap swasembada gula nasional dan pemenuhan bioetanol sesuai Perpres nomor 40 Tahun 2023.
“Sehingga petani memiliki alternatif akses terhadap benih yang berkualitas dan adaptif terhadap tantangan zaman,” ungkap Heru.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan pelepasan dua varietas unggul tebu ini merupakan tonggak penting dalam upaya kita dalam meningkatkan produktivitas tebu nasional sehingga tercapai swasembada gula nasional.
“Kita ingin Indonesia berhenti bergantung pada impor. Ini bukan mimpi, tapi ini target realistis yang sedang kita kejar Bersama,” tegas Mentan.
Mentan mengapresiasi kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga riset, dan pemerintah yang telah menghasilkan inovasi varietas ini dan menjadi bukti nyata mendukung pengembangan komoditas perkebunan strategis Indonesia.
“Diharapkan ke depan, petani dan pelaku industri perkebunan dapat memanfaatkan varietas ini untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara berkelanjutan,” kata Mentan. (sat)




