a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
CPO Masih Sumbang Suplus Neraca Perdagangan

CPO Masih Sumbang Suplus Neraca Perdagangan

4 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Minyak kelapa sawit (CPO) masih menjadi penyumbang besar neraca perdagangan Indonesia. Ekspor tercatat meningkat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2025 mencatatkan surplus sebesar USD 4,30 miliar, naik tajam dibandingkan surplus April 2025 yang hanya sebesar USD 0,16 miliar.

Sementara secara kumulatif, surplus perdagangan Indonesia pada periode Januari–Mei 2025 mencapai USD 15,38 miliar, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 13,06 miliar..

“Surplus Mei 2025 terutama didorong oleh meningkatnya surplus nonmigas, dari USD 1,51 miliar pada April menjadi USD 5,83 miliar,” ungkap Budi seperti dikutip Kamis (3/7/2025).

Menurut Mendag, capaian ini menandai keberlanjutan tren surplus selama 61 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Sementara sektor migasmasih mencatatkan defisit sebesar USD 1,53 miliar,”ujar Mendag Busan.

Dari segi ekspor, Mendag menyampaikan, ekspor Indonesia pada Mei 2025 mencapai USD 24,61 miliar, tumbuh 18,66 persen dibanding April 2025 (MoM) dan tumbuh 9,68 persen dibanding Mei 2024 (YoY).

Kenaikan ini terutama didorong ekspor nonmigas yang naik 20,07 persen. Salah satunya ekspor CPO.

“Kinerja ekspor membaik seiring meningkatnya harga komoditas utama seperti besi baja, logam mulia, dan nikel, serta naiknya permintaan ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan nikel. Normalisasi perdagangan pasca libur Idulfitri juga turut mendorong ekspor,” terang Budi.

Sektor industri pengolahan mendominasi ekspor nonmigas dengan kontribusi 84,07 persen, disusul pertambangan dan lainnya (13,23 persen), serta pertanian (2,70 persen).

 Secara bulanan, ekspor pertanian naik 32,16 persen, industri pengolahan naik 23,89 persen, sementara pertambangan turun 1,14 persen (MoM).

Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada Mei 2025 yakni logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) yang naik 86,30 persen; lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) 42,08 persen; serta mesin dan peralatan mekanis (HS 84) 39,35 persen.

  Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi tiga pasar utama ekspor nonmigas dengan nilai total USD 9,81 miliar, atau 41,75 persen dari total ekspor nonmigas nasional.

 Sementara negara tujuan ekspor dengan lonjakan tertinggi secara bulanan, antara lain, Italia dengan kenaikan 78,50 persen, Australia (54,53 persen), Korea Selatan (36,76 persen), Belanda (32,05 persen), dan Amerika Serikat (31,48 persen).

Secara kumulatif, total ekspor Indonesia Januari–Mei 2025 tercatat USD 111,98 miliar, tumbuh 6,98 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ditopang oleh ekspor nonmigas yang naik 8,22 persen menjadi USD 106,06 miliar, sedangkan ekspor migas turun 11,26 persen menjadi USD 5,92 miliar.

“Capaian ekspor ini menunjukkan ketahanan sektor perdagangan Indonesia. Kami akan terus memperkuat ekspor bernilai tambah dan memperluas akses pasar ke berbagai negara mitra,” tegas Mendag. (far)

Tags: ekspor CPOMendag

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Koperasi Jadi Pilar Utama Strategi Agrinas Palma Bangun Perkebunan

Koperasi Jadi Pilar Utama Strategi Agrinas Palma Bangun Perkebunan

14 Juli 2026
Pemerintah Terus Pacu Hilirisasi Sawit Betacarotene

Pemerintah Terus Pacu Hilirisasi Sawit Betacarotene

11 Mei 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.