a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kemendag Tetapkan Harga CPO September Meningkat

CPO dan Turunannya Pengerak Kinerja Ekspor Pertanian

7 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Komoditas minyak sawit (crude palm oil/CPO) menjadi salah satu penggerak kinerja positif ekspor sektor pertanian Indonesia.

Badan Pusat Statistik mencatat sepanjang Januari – Juli 2026 nilai ekspor CPO dan produk turunannya tumbuh 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan harga komoditas pertanian utamanya didorong oleh peningkatan harga minyak sawit,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam keterangannya dikutip Senin (7/9/2026).

Lebih lanjut Ateng menuturkan, penguatan ekspor nonmigas Indonesia yang secara kumulatif mencapai US$160,01 miliar pada Januari – Juli 2026, atau meningkat 5,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia mencapai US$167,03 miliar atau tumbuh 4,43 persen.

Ateng mengatakan penguatan harga komoditas global turut mendorong kinerja ekspor, khususnya pada kelompok komoditas pertanian. Minyak sawit menjadi salah satu komoditas yang mengalami peningkatan harga.

“Pada Juli tahun 2026, secara umum harga komoditas di pasar global menunjukkan peningkatan secara year on year. Kenaikan harga secara tahunan terjadi pada kelompok pertanian, energi, logam mulia, dan juga logam dan mineral,” jelas Ateng.

Penguatan ekspor minyak sawit juga tercermin pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati atau HS15 yang menjadi salah satu komoditas pendorong ekspor nonmigas.

Produk berbasis sawit juga memberikan kontribusi melalui sektor industri pengolahan yang sepanjang Januari – Juli 2026 tumbuh 7,16 persen.

Sepanjang Januari – Juli 2026, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok mencapai US$40,62 miliar, meningkat 18,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kelompok lemak dan minyak hewani/nabati yang mencakup produk minyak sawit turut menjadi bagian dari perdagangan tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya kekuatan komoditas pertanian Indonesia, seperti sawit dalam perdagangan global.

“Indonesia ini salah satu produsen sawit terbesar dunia. Ini kekuatan kita. Jangan hanya ekspor bahan mentah, tetapi kita dorong hilirisasi supaya nilai tambahnya semakin besar,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan penguatan ekspor harus berjalan bersama dengan peningkatan produktivitas di tingkat hulu dan hilirisasi di tingkat hilir.

Dengan demikian, lanjut Amran, pertumbuhan ekspor tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan pekebun.

“Yang paling penting adalah bagaimana nilai tambah itu kembali kepada petani dan pekebun. Produktivitas kita tingkatkan, kemudian hilirisasi kita dorong. Jadi dari hulu sampai hilir harus kuat,” ujar Amran.

Lebih lanjut Amran mengatakan, pemerintah terus mendorong peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, peningkatan produktivitas, serta pengembangan industri pengolahan hasil pertanian.

Menurut Amran, langkah tersebut diperlukan agar Indonesia tidak hanya kuat sebagai negara produsen, tetapi juga semakin kompetitif sebagai negara pengekspor produk pertanian bernilai tambah.

“Pertanian harus menghasilkan, harus memberikan nilai tambah. Kita ingin produk pertanian Indonesia semakin banyak masuk pasar dunia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani,” tegas Mentan Amran. (sat)

Tags: sawit

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga TBS Sawit Petani

Harga TBS Sawit Swadaya di Riau Terus Naik

12 Agustus 2025
Produksi TBS Lonsum Semester I 2025 Turun Dua Persen

Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Lagi

2 Oktober 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.