a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
BPDP Tekankan Pentingnya Roadmap Riset Kelapa dan Kakao

BRIN Kembangkan Produk Cokelat Inovatif Bernilai Tambah

24 Februari 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA  – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan produk cokelat inovatif yang dimulai dari penguatan proses fermentasi hingga diversifikasi produk hilir.

“Inovasi cokelat diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk kakao Indonesia sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi industri dan masyarakat,” ujar Periset Kelompok Riset Pengembangan Produk Kakao, Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Ulyatu Fitrotin dikutip Selasa (24/2/2026).

Inovasi tersebut antara lain cokelat probiotik Lactobacillus plantarum Dad 13 (Granted-IDP000082524), snack bar berbahan bungkil cokelat (IDP000080290), serta snack bar bersalut cokelat probiotik Lactobacillus plantarum Dad 13 dengan penambahan isomalt (P00202200177).

Ulyatu menambahkan, pengembangan turut diperluas melalui formulasi snack bar kombinasi bungkil cokelat, pop sorgum, keripik pisang, dan tepung kacang hijau (P00202309796), hingga permen cokelat probiotik Lactobacillus plantarum Dad 13 (Granted-IDP00089640).

Beragam inovasi ini dirancang untuk memperkaya kandungan nutrisi, menghadirkan variasi tekstur yang lebih menarik, serta memperluas segmen pasar produk cokelat berbasis riset nasional.

Tak hanya itu, inovasi juga mencakup pengembangan cokelat batangan dengan konsentrasi kakao 32 persen (milk chocolate) hingga dark chocolate berkadar 50–80 persen, minuman cokelat 3 in 1, dodol cokelat, hingga keripik pisang bersalut cokelat, serta aneka camilan berbahan baku cokelat.

Pendekatan “dari fermentasi ke inovasi” mencerminkan strategi pengembangan kakao secara menyeluruh, mulai dari perbaikan proses di tingkat hulu hingga penciptaan produk inovatif di tingkat hilir.

Melalui inovasi berbasis riset ini, BRIN mendorong penguatan rantai nilai kakao nasional sekaligus membuka peluang hilirisasi yang lebih kompetitif.

Menurut Ulyatun,  fermentasi menjadi tahap krusial dalam menentukan mutu kakao. Proses ini berpengaruh besar terhadap pembentukan cita rasa, aroma, serta karakteristik biji kakao sebagai bahan baku cokelat.

“Selain menentukan mutu sensori, biji kakao juga kaya akan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti flavonoid, tanin, alkaloid (teobromin dan kafein), asam amino, serta mineral penting seperti magnesium, besi, kalium, fosfor, kalsium, dan seng,” terang Ulyatu.

Seiring meningkatnya kebutuhan pasar, kata Ulyatun, BRIN tidak berhenti pada peningkatan kualitas biji. Inovasi diarahkan pada diversifikasi produk cokelat untuk memperluas pemanfaatan dan meningkatkan nilai ekonomi kakao nasional.

Salah satu terobosan yang telah dipatenkan (P00202509135) adalah minuman cokelat vegan dengan pemanis alternatif berbasis sorgum berindeks glikemik lebih rendah.

Pendekatan ini, tambah Ulyatun, tidak hanya menghadirkan pilihan produk yang lebih sehat, tetapi juga mendorong penggunaan bahan pangan lokal yang berkelanjutan.

Selain memperkuat proses fermentasi dan formulasi dasar cokelat, BRIN juga mengembangkan berbagai produk cokelat siap konsumsi yang telah memperoleh perlindungan kekayaan intelektual. (far)

 

Tags: BRINcokelatKakao

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma Riau turun

Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma Riau Naik Lagi

30 Juli 2025

What Universal Health Care should look like in US

26 April 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.