a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
BRIN Dorong Penguatan Diversifikasi Produk Sawit Berbasis Riset

BRIN Dorong Penguatan Diversifikasi Produk Sawit Berbasis Riset

8 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan industri sawit nasional melalui diversifikasi produk hilir berbasis riset dan inovasi.

“Sawit tidak semestinya hanya dipandang sebagai komoditas, tetapi sebagai platform untuk menghasilkan beragam produk melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi,” ujar Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Hens Saputra dkutip Senin (7/9/2026).

Pengembangan sawit dinilai perlu bergeser dari orientasi pada besarnya produksi komoditas menuju penciptaan nilai tambah melalui pengembangan berbagai produk yang memiliki pemanfaatan lebih luas.

“Bukan berapa banyak sawit yang dihasilkan, tetapi penambahan nilainya. Perspektif tersebut membuka peluang untuk menempatkan sawit sebagai bagian dari ekosistem pengembangan produk dan industri berbasis inovasi,” jelas Hens dalam sebuah FGD.

Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Indra Budi Susetyo menjelaskan, industri sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan melibatkan lebih dari 17 juta tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut Hens, jika anggota keluarga turut diperhitungkan, sektor ini berdampak terhadap lebih dari 50 juta masyarakat serta memberikan efek pengganda bagi berbagai sektor.

Lebih lanjut Hens mengatakan, besarnya peran tersebut membuat pengembangan sawit perlu diarahkan tidak hanya pada produksi komoditas primer.

Diversifikasi dan penguatan industri hilir berbasis teknologi diperlukan untuk memperluas pemanfaatan sawit sekaligus meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan.

Menurut Indra, karakteristik kimia minyak sawit memberikan peluang luas untuk menghasilkan berbagai produk turunan. Saat ini, konsumsi minyak sawit terbesar masih berada pada sektor pangan dan energi.

Sementara itu, pemanfaatannya untuk oleokimia dasar, terutama pada produk perawatan diri, kosmetik, dan berbagai produk lainnya, masih relatif kecil.

“Padahal, potensi pengembangan produk berbasis sawit tidak berhenti pada sektor tersebut. Minyak sawit dapat dikembangkan lebih luas untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk pelumas dan material berbasis polimer yang memiliki penggunaan luas,” ujar Hens.

Hens menambahkan, tantangan ke depan adalah menghasilkan lebih banyak produk inovatif bernilai tambah. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan sekaligus meningkatkan penyerapan minyak sawit dalam volume yang lebih besar.

Untuk itu, diperlukan penguasaan teknologi, pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta riset yang mampu menjawab tantangan industri secara berkelanjutan.

Ketua Kelompok Riset 8 Teknologi Proses Produk Tanaman Industri (Industrial Crop Processing Technology) Pusat Riset Teknologi Proses BRIN Lanjar mendorong munculnya gagasan pengembangan Center of Excellence for Oleochemicals (CoE Oleokimia untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi dalam pengembangan produk hilir berbasis minyak sawit.

Gagasan CoE Oleokimia dilandasi kebutuhan untuk mengintegrasikan kompetensi dan sumber daya riset dalam pengembangan teknologi oleokimia.

Pusat unggulan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kompetensi peneliti, infrastruktur riset, perguruan tinggi, serta mitra industri untuk mengembangkan teknologi dan produk oleokimia berbasis sawit secara lebih terpadu.

Pengembangan CoE juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan riset skala laboratorium. Integrasi tersebut diarahkan untuk mendorong translasi hasil riset menjadi teknologi dan produk bernilai tambah yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan pendekatan tersebut, CoE Oleokimia dapat menjadi penghubung antara kegiatan riset dan pengembangan teknologi dengan kebutuhan, tantangan, serta peluang yang dihadapi industri. Sinergi antara kompetensi, infrastruktur, dan kebutuhan pasar menjadi penting agar hasil riset dapat bergerak menuju pemanfaatan yang lebih luas.

Direktur Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Jenny Elisabeth, menyebut secara global lebih dari 70 persen minyak sawit digunakan untuk produk pangan.

“Pemanfaatannya telah mencakup beragam produk, mulai dari minyak goreng, shortening, margarin, produk roti, confectionery, hingga pengganti lemak susu dan cocoa butter,” papar Jenny.

Menurut Jenny, luasnya penggunaan tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan produk baru dengan karakteristik yang semakin spesifik.

Jenny mengatakan, riset masih diperlukan untuk menghasilkan produk yang mampu menjawab tuntutan pasar yang terus berkembang. Pengembangan produk pangan berbasis minyak sawit antara lain perlu menghasilkan produk yang cost efficient dan memiliki functional properties yang sesuai. (far)

 

Tags: BRINsawit

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Meski Konflik Global Ekspor Sawit Masih Berjalan

Meski Konflik Global Ekspor Sawit Masih Berjalan

12 Maret 2026
Agrinas Palma dan IPB University Perkuat Riset Benih Sawit

Agrinas Palma dan IPB University Perkuat Riset Benih Sawit

17 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.