Perkebunanindonesia.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengadakan kegiatan koordinasi peningkatan produktivitas kakao secara berkelanjutan melalui program “Peremajaan Kakao Rakyat” (PAKAR).
Program ini meliputi identifikasi perkebunan kakao rakyat, mencakup kegiatan diskusi dan kunjungan lapang bersama pemangku kepentingan kakao terkait, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Syahruddin mengatakan, program PAKAR akan memberikan peluang bagi Indonesia sebagai negara produsen kakao dunia untuk mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kakao rakyat secara berkelanjutan.
“Melalui program Peremajaan Kakao Rakyat (PAKAR), BPDP akan terus berupaya meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi tentang pentingnya peningkatan produktivitas kakao,” ujar Normansyah.
Selain itu, lanjut Normansyah, melalui PAKAR potensi ekonomi dan hilirisasi kakao, dan perkebunan kakao rakyat berkelanjutan melalui kolaborasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan kakao nasional
Sinergi itu khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan selaku pembina teknis dan dinas yang membidangi perkebunan provinsi sentra kakao nasional, salah satunya Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Direksi BPDP, Dewan Pengawas, serta berbagai pemangku kepentingan lintas kementerian/dinas, di antaranya Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan.
Hadir juga perwakilan Direktorat Tanaman Tahunan dan Semusim, dan perwakilan Direktorat Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, serta dinas kabupaten yang membidangi perkebunan lingkup Provinsi Sulawesi Tengah. (far)





https://shorturl.fm/YDTTa