a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Belajar Kembangkan Produk Gula Kelapa hingga Ekspor dari Adarasa

Belajar Kembangkan Produk Gula Kelapa hingga Ekspor dari Adarasa

29 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Direktur Operasional PT Adarasa Putra Jaya Anastasia Stephanie Angelica membagikan pengalaman perusahaan dalam mengembangkan produk gula kelapa hingga menembus pasar ekspor.

Anastasia menceritakan, Adarasa mulai melihat peluang gula kelapa pada 2007 setelah mendapat permintaan dari pembeli asal Belanda. Dari peluang tersebut, perusahaan kemudian mencari dan membangun jaringan pemasok gula kelapa di sejumlah daerah.

Menurut Anastasia, perjalanan mengembangkan produk untuk pasar ekspor tidak mudah. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah memastikan kualitas dan keamanan bahan baku tetap terjaga.

Anastasia menyebut perusahaan pernah menemukan gula kelapa yang dicampur bahan lain yang tidak semestinya. “Challenge utama kami dalam ekspor itu traceability, kualitas, dan konsistensi,” ujarnya.

Karena itu, Adarasa membangun kerja sama dengan pemasok yang dapat menjaga standar bahan baku. Perusahaan juga melakukan penelusuran ketika menerima keluhan dari pembeli dan menghentikan kerja sama dengan pemasok yang tidak dapat memenuhi standar.

Anastasia mengatakan, pengalaman tersebut menjadi salah satu kunci Adarasa mempertahankan pasar ekspor.

Menurut Anastasia, mendapatkan pembeli bukan satu-satunya hal penting dalam bisnis, tetapi bagaimana menjaga kepercayaan agar hubungan usaha dapat berlangsung dalam jangka panjang. “Kuncinya benar-benar adalah trust dan konsistensi,” katanya.

Selain pengalaman ekspor, Anastasia mengingatkan peserta agar tidak berhenti pada tahap mengolah komoditas menjadi produk.

Menurut Anatasia, pelaku UMKM juga perlu memperhatikan inovasi produk, branding, dan positioning agar komoditas Indonesia memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan menjadi produk akhir. “Jangan lupakan branding, jangan lupakan positioning dan marketing,” ujarnya.

Ia mencontohkan JamuLab yang dikembangkan dengan menggabungkan inovasi produk dan branding.

Salah satunya melalui pemanfaatan olahan kelapa sebagai pemanis alami dalam minuman rempah seperti Ginger Matcha dan Turmeric Piñacolada. “Produk kami kuat di inovasi produk dan branding,” kata Anatasia.

Sebagai contoh lain dalam pengembangan produk, Anastasia menjelaskan Adarasa berperan pada sisi manufaktur dan menjadi penghubung antara petani dengan produk jadi. Sementara melalui JamuLab, produk berbahan alam Indonesia dikembangkan melalui inovasi produk dan penguatan merek.

Tim Majalah Hortus bersama pelaku UMKM dan perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melakukan kunjungan ke PT Adarasa Putra Jaya, Salatiga, Jawa Tengah, untuk melihat langsung pengolahan produk berbasis kelapa.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Workshop Hilirisasi Komoditas Perkebunan sebagai Inkubasi Bisnis UKMK yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Sinarmas.

Pimpinan Redaksi Majalah Hortus Suharno mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk melihat langsung pengolahan kelapa dan memahami peluang pengembangan produk hilir.

Menurutnya, PT Adarasa Putra Jaya memiliki produk yang spesifik berbasis kelapa sehingga dapat menjadi gambaran bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha dari komoditas perkebunan.

“Kita berharap dari sini ada gambaran di awal yang bisa memotivasi teman-teman UMKM,” kata Suharno pada kunjungan tersebut, Selasa (22/9/2026).

Ia mengatakan, hasil dari kunjungan tersebut diharapkan dapat dibagikan kembali kepada komunitas UMKM di Salatiga. Dengan begitu, pengalaman yang diperoleh tidak hanya berhenti pada peserta yang mengikuti kunjungan, tetapi juga dapat menjadi informasi bagi pelaku UMKM lainnya.

Suharno juga menjelaskan, BPDP memiliki mandat dalam pengelolaan dana perkebunan untuk mendukung pengembangan komoditas sawit, kelapa, dan kakao. Salah satu program yang telah berjalan yakni peremajaan tanaman sawit, selain program pendidikan dan beasiswa bagi keluarga petani sawit. (*)

Tags: BpdpUMKM

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kemenperin Terus Perkuat Hilirisasi Industri Buah Tropis untuk IKM

Kemenperin Terus Perkuat Hilirisasi Industri Buah Tropis untuk IKM

12 Mei 2026
GAPKI Gandeng Solidaridad, Berdayakan 3.500 Perempuan Sawit di Desa

GAPKI Gandeng Solidaridad, Berdayakan 3.500 Perempuan Sawit di Desa

25 Oktober 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.