a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Apkasindo Luncurkan Hargasawitindonesia.id Sebagai Acuan Harga TBS dan CPO

Apkasindo Luncurkan Hargasawitindonesia.id Sebagai Acuan Harga TBS dan CPO

1 Agustus 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) meluncurkan aplikasi website hargasawitindonesia.id sebagai basis acuan data harga tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit (crude palm oil/CPO) secara transparan dari seluruh sentra sawit di Indonesia.

“Kita harus buat harga CPO dan TBS supaya bisa kita bandingkan. Maka kita harus punya data, namanya harga CPO dunia,” ungkap Ketua Umum Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Gulat mengatakan, aplikasi hargasawitindonesia.id bertujuan agar harga TBS Petani terkontrol. Karena tidak sedikit pabrik kelapa sawit (PKS) yang masih tradisional dengan mematok harga TBS Rp 2.400 per kilogram.

“Saya pikir kita juga harus pakai semua yang berbasis data dan kami petani sawit, generasi kedua, tidak mau disebut omon-omon, tetapi berbasis data. Karena yang kami tahu, setiap 1 kg CPO, itu berasal dari 4,5 kg TBS petani sawit,” jelas Gulat.

Lebih lanjut Gulat menuturkan, hargasawitindonesia.id berisi harga riil pergerakan harga CPO dan TBS petani swadaya disertai analisa-analisa dari artificial inteligence (AI) atau kecerdasan buatan dengan sajian tiga bahasa yakni Indonesia, Inggris dan China.

Gulat berharap, adanya hargasawitindonesia.id ini semua pemangku kepentingan di industri sawit akan terbuka secara transparan.

“Makanya pengunjungnya itu sudah mencapai sekian juta orang, dalam tempo 15 hari dan langsung dapat award dari Google News. Kita diberikan dashboard yang paling cepat berkembang, dari seluruh dunia,” ungkap Gulat.

Gulat mengatakan, data harga TBS yang disajikan dalam aplikasi tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan dari petani di seluruh Indonesia.

“Dari data yang terkumpul kemudian diverifikasi dan dirapatkan di setiap hari Sabtu. Setelah dirapikan, maka itu di-upload lah di aplikasi. Keluarlah data-data yang bisa dipertanggjawabkan secara ilmiah,” terang Gulat.

Gulat mengaku, aplikasi yang terbuka secara gratis itu sempat diminta seorang untuk di take down. Namun permintaan itu ditolak. “Biarlah kami yang bertaruh badan,” tukasnya.

Ketua Kelompok Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Elvyrisma Nainggolan berharap aplikasi harga TBS dan CPO yang dibuat Apkasindo menjadi suatu inovasi yang sangat baik.

“Kami juga berharap mungkin asosiasi petani lain juga akan terlibat di sini. Sehingga variasi data itu keterwakilannya lebih ya. Apalagi kalau yang namanya petani swadaya itu cukup banyak ya,” Elvyrisma.

Menurut Elviyrisam, memang harus ada keterwakilan basis data harga sehingga nantinya memang layak menjadi harga rata-rata.

“Kalau yang lainnya mungkin adalah harga data sekunder ya, seperti misalnya untuk mitra plasma itu penetapan pemerintah,” ujar Elvyrisma.

“Tetapi kalau yang swadaya ini memang betul-betul apresiasi lah. Kami sangat menyadari ini semua petani kita yang ada di seluruh Indonesia bisa berkontribusi ya. Nanti punya akses, terus kirim dapat itu. Jadi benar-benar mewakili,” tambah Elvyrisma. (yer)

Tags: ApkasindoHarga TBS

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah Lakukan Percepatan Swasembada Gula Nasional

Pemerintah Lakukan Percepatan Swasembada Gula Nasional

21 Juni 2025
Pengembangan Potensi Kopi di Kawasan Transmigrasi Perlu Pendampingan

Pengembangan Potensi Kopi di Kawasan Transmigrasi Perlu Pendampingan

7 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.