a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit Luwu Utara

Pembelajaran metari di kelas, disampaikan praktisi kebun dari Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), saat pelatihan petani sawit program pengembangan SDM PKS 2025 yang diikuti petani sawit dari kabupaten Lutra, di Makassar.(dok.AKPY)

AKPY, BPDP dan Ditjenbun Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit Luwu Utara

8 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani sawit terus dilakukan pemerintah melalui kegiatan pelatihan. Hal ini guna membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan teknis dan non-teknis di sektor perkebunan sawit.

Pelatihan tersebut merupakan implementasi program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian, dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) sebagai mitra pelaksana.

Platihan yang dilaksanakan AKPY ada dua jenis pelatihan yaitu Teknis Budidaya Kelapa Sawit (3 kelas) dan Panen & Pascapanen (4 kelas). Diikuti 210 petani sawit dari Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan selama lima hari (4 – 9 Juli 2025), di salah satu hotel ternama di Makassar.

Direktur AKPY Dr. Sri Gunawan, S.P, M.P menyampaikan pelatihan ini terlaksana karena adanya kerjasama BPDP, Ditjenbun dan AKPY untuk membekali pengetahuan dan keterampilan petani sawit mengingat kelapa sawit merupakan komoditas yang diperlukan masyarakat dunia.

Menurut Sri Gunawan, petani sawit selaku pelaku usaha di sektor sawit harus memahami dan mampu menghadapi berbagai tantangan, seperti teknis dan non teknis.

“Tantangan teknis seperti perubahan iklim sehingga petani sawit harus bisa memitigasi dalam menghadapi perubahan iklim. Selain itu, terkait dengan bibit sawit tidak unggul (tidak bersertifikat), masalah pupuk yang sulit dicari dan harga yang tidak terjangkau. Terkadang membeli pupuk palsu,” jelas Sir Gunawan.

Sedangkan non teknis, lanjut Sri Gunawan, petani sawit juga harus menghadapi black campaign (kampanye hitam) dari luar negeri. Sementara tantangan di dalam negeri, berkaitan legalitas lahan dan tumpang tindih lahan.

“Ini semua menjadi tantangan yang dihadapi petani sawit di Indonesia,” tukas Sri Gunawan saat menyampaikan sambutan di acara pembukaan Pelatihan Petani Sawit program Pengembangan SDM PKS 2025, di Makassar, Jumat (4/7/2025).

Tantangan-tantangan tersebut harus bisa dihadapi petani sawit di Indonesia. Agar perkebunan sawit yang salah satunya dikelola rakyat (petani) tetap bisa mempertahankan komoditas yang dibutuhkan dunia sebagai penghasil minyak nabati untuk keperluan pangan dan non pangan serta sebagai salah satu penyumbang devisa negara.

Produktivitas harus ditingkatkan

Sri Gunawan menerangkan, salah satu dampak dari tantangan – tantangan tersebut jika tidak bisa dan mampu dihadapi petani sawit yaitu rendahnya produktivitas. Untuk itu, pemerintah melalui BPDP dan Ditjenbun (Kementerian Pertanian) berupaya agar perkebunan sawit dapat mempertahankan dan meningkatkan produktivitasnya, terutama bagi kebun sawit rakyat, melalui kegiatan pelatihan yang diperuntukkan khusus untuk petani.

“Pemerintah melalui BPDP dan Ditjenbun memiliki komitmen yang besar dalam meningkatkan SDM petani sawit Indonesia. Bagi pelaku usaha perkebunan sawit (petani sawit) ditingkatkan SDM-nya melalui pelatihan (teknis dan non teknis), sedangkan untuk anak-anak petani sawit ditingkatkan SDM-nya melalui pendidikan (program beasiswa SDM sawit),” jelas Sri Gunawan.

Sri Gunawan berharap, melalui pelatihan ini, para peserta bisa terbuka wawasannya dan menambah ilmu pengetahuan serta keterampilan berkaitan dengan usaha budidaya kelapa sawit.

Di samping itu, tambah Sri Gunawan, untuk menambah pengetahuan, di hari terakhir (pelatihan) para peserta akan berkunjung ke perusahaan perkebunan (PTPN).

Pada kesempatan itu, para peserta akan mendapatkan penjelasan berkaitan dengan (teknis budidaya dan panen & pascapanen) dari pihak PTPN untuk meningkatkan praktik budidaya sawit yang baik dan benar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara, Arifuddin mengakui, masih rendahnya produktivitas perkebunan sawit rakyat di Luwu Utara, rata-rata 3 ton CPO/ha/th. Kondisi ini ada hubungannya dengan rendahnya SDM petani karena rata-rata tidak memiliki pemahaman praktik budidaya sawit yang baik.

“Maka melalui kegiatan pelatihan petani sawit (program pengembangan SDM PKS), dapat menambah pemahaman budidaya dan panen & pascapanen agar dapat mendongkrak peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat di Luwu Utara, dengan praktik budidaya sawit yang baik dan benar sesuai dengan standar Good Agriculture Practices (GAP)” ujar Arifuddin.

Kepala Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Syarifudin Sideng, menegaskan, produktivitas kebun sawit rakyat di Sumsel harus bisa ditingkatkan untuk mendukung program hilirisasi.

“Di antaranya melalui pelatihan yang diikuti petani sawit agar mampu menghadapi tantangan klasik seperti kurangnya pemeliharaan dan bibit sawit tidak unggul (asalan), serangan hama dan penyakit,” ujar Syarifudin.

Selain itu, tambah Syarifusin, tantangan dari luar yang terbaru, dengan adanya pelarangan ekspor produk dari Indonesia ke Eropa, termasuk produk minyak sawit yang dicurigai hasil dari menanam di kawasan hutan.

“Untuk itu, melalui pelatihan ini para petani sawit dari Luwu Utara dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan berdaya saing bisa menghadapi berbagai tantangan. Serta bisa meningkatkan kualitas, kuantitas dan keberlanjutan usaha perkebunan sawit,” pungkas Syarifudin. (yr)

Tags: AKPYBpdpDitjenbunpelatihan petani sawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Pastikan Pupuk Bersubsidi Masih Sangat Cukup

DPR RI akan Terus Awasi Penyaluran Pupuk Subsidi

9 Oktober 2025
GAPKI Mencatat Produksi CPO Februari 2025 Turun

Harga Referensi CPO Agustus 2026 Turun Tipis

2 Agustus 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.