a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Permintaan Sawit di Pasar Eropa Penuh Dualisme

Permintaan Sawit di Pasar Eropa Penuh Dualisme

12 Juni 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Olvy Andrianita menyebut dinamika permintaan sawit di pasar global, terutama di Eropa, cukup kompleks dan penuh dualisme.

“Di satu sisi, Eropa sangat membutuhkan sawit sebagai bahan baku produk seperti cokelat, Nutella, dan berbagai produk butter,” ungkap Olvy.

Di sisi lain, tambah Olvy, Eropa juga memiliki minyak nabati seperti minyak zaitun, rapeseed, dan sunflower oil.

Kondisi inilah, lanjut Olvy, yang memicu gejolak di pasar Eropa dan menimbulkan berbagai isu lahirnya deforestation, isu lingkungan, environment sustainable, traceability, dan zero emission.

“Jadi, lahir regulasi seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) dan sejumlah regulasi lainnya,” ujar Olvy.

Dalam hal perdagangan, sawit juga menjadi salah satu komoditas yang paling sering terkena trade remedies, termasuk kasus dumping yang bahkan sampai ke ranah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Sawit juga termasuk komoditi yang paling banyak dihujat trade remediesnya, ada dumpingnya, bahkan sampai ke WTO. Biodiesel kita sudah kena,” kata Olvy.

Olvy menuturkan, sawit dulu kerap menjadi sasaran kritik global. Karena sering disebut sebagai penyebab kerusakan hutan, kebakaran lahan, hingga dikaitkan dengan dampak negatif terhadap kesehatan, seperti kolesterol tinggi.

“Dulu sawit paling kencang dihujat sebagai perusak orangutan. Kemudian dianggap tidak sehat, merusak lingkungan,” beber Olvy.

Selain itu juga, kata Olvy, sawit dianggap penyebab kebakaran di Indonesia.

“Banyak orang cancer, kolesterol gara-gara sawit Indonesia. Ada benarnya sih, tapi sedikit,” kata Olvy.

Olvy menekankan bahwa sawit tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Justru sawit adalah komoditas yang sangat efisien dan produktif dibandingkan dengan dibandingkan kompetitornya.

“Faktanya adalah sawit itu adalah produk yang sangat produktif, karena 5 kali lebih efisien kalau hasil kajian kami dan juga beberapa analisis ya,” jelas Olvy.

Selain itu, kata Olvy, sawit memiliki fungsi yang sangat multifungsi dalam kehidupan sehari-hari, milai dari produk makanan hingga produk rumah tangga seperti sabun mandi dan deterjen untuk mencuci pakaian.

Bahkan sawit juga digunakan sebagai bahan baku untuk energi terbarukan.

“Jadi, sawit ini memang betul-betul produk yang dibutuhkan di global market, di international market. Semua industri butuh sawit,” kata Olvy. (far)

Tags: sawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Minyak Kelapa Sawit Masih Berkontribusi Ekspor Nonmigas

Minyak Kelapa Sawit Masih Berkontribusi Ekspor Nonmigas

2 Juli 2025
Minyak Kelapa Sawit Masih Berkontribusi Ekspor Nonmigas

Mentan Sebut Kekuatan Ekspor Sawit Tak Lepas dari Hilirisasi

18 April 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.