a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Swasembada Pangan Tercapai, Penerimaan Bea Masuk Sektor Pangan Anjlok

Swasembada Pangan Tercapai, Penerimaan Bea Masuk Sektor Pangan Anjlok

27 Mei 2025
1
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Keberhasilan program swasembada pangan nasional mulai menunjukkan dampak nyata. Salah satunya turunnya penerimaan bea masuk atas impor komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, dan gula pada April 2025.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi bea masuk hanya mencapai Rp15,4 triliun atau 29,2 persen dari target APBN. Angka ini turun 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, penurunan ini bukanlah pertanda negatif, melainkan sinyal positif atas keberhasilan swasembada.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu mengatakan, nihilnya impor tiga komoditas, yaitu beras, jagung, dan gula menunjukkan ketahanan pasokan domestik.

Menurut Anggito, penurunan penerimaan bea masuk bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Penurunan terjadi karena tidak ada impor beras, jagung, dan gula.

“Jadi wajar tidak ada penerimaan bea masuk dari sana. Tapi ini hal yang positif,” jelas Anggito.

Jika ketiga komoditas ini dikecualikan, kata Anggito, penerimaan bea masuk justru tumbuh positif secara tahunan.

“Tanpa pengaruh beras, jagung, dan gula, penerimaan bea masuk kita naik 4,3 persen,” ujar Anggito.

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi nasional di sektor pertanian, seperti peningkatan produksi dalam negeri, efisiensi distribusi, dan dukungan langsung kepada petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, stok cadangan beras pemerintah di Perum Bulog per 24 Mei 2025 telah mencapai 3,9 juta ton.

“Ini capaian luar biasa. Alhamdulillah, stok Bulog sudah mencapai 3,9 juta ton,” ujar Amran.

Hal ini, kata Amran, mencerminkan ketahanan pangan nasional yang semakin kokoh, terutama di tengah krisis pangan global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat capaian tersebut. Produksi beras pada Januari–Juni 2025 diperkirakan mencapai 18,76 juta ton, naik 11,17 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, luas panen jagung pipilan diproyeksikan mencapai 1,42 juta hektare, naik 11,64 persen dari tahun sebelumnya.

Total produksi jagung pipilan kering (kadar air 28 persen) pun diprediksi melonjak menjadi 10,91 juta ton, atau naik 12,88 persen dari 9,67 juta ton pada Januari–Juni 2024.

Tak hanya di sektor impor, kontribusi sektor pertanian juga terlihat dari penerimaan bea keluar yang melonjak 95,9 persen menjadi Rp11,3 triliun.

Lonjakan ini didorong oleh naiknya harga ekspor crude palm oil (CPO), memperkuat kontribusi pertanian tidak hanya pada ketahanan pangan, tetapi juga pada pendapatan negara. (sat)

Tags: cpo

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Comments 1

  1. Ping-balik: Mentan Tegaskan Indonesia Siap Swasembada Pangan Tahun Ini - perkebunanindonesia.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga TBS Petani Mitra Swadaya Riau Turun Sedikit

Harga TBS Petani Mitra Swadaya Riau Turun Sedikit

7 Oktober 2025
Produksi CPO Meningkat Laba Cisadane Raya Melonjak

Produksi CPO Meningkat Laba Cisadane Sawit Melonjak

11 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.