JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Teh Butong, produk unit Bah Butong milik PTPN IV Regional II, meraih juara pertama di ajang National Tea Competition (NTC) 2025. untuk kategori Broken Pekoe (BP) di ajang National Tea Competition (NTC) 2025.
“Dari enam kategori yang dimenangkan, lima diantaranya berasal dari satu Pabrik Tobasari dan satu lagi dari Butong. Ini menunjukkan standar mutu yang tidak main-main,” ujar Ketua Umum Asosiasi Teh Indonesia (ATI) Dede Kusdiman dalam keterangan seperti dikutip, Sabtu (24/5/2025).
Dede mengatakan, teh Butong dari PalmCo itu mengungguli 91 sampel teh dari berbagai perusahaan perkebunan besar negara maupun swasta.
Menurut Dede, kemenangan ini tak hanya membanggakan, tetapi juga membuktikan bahwa BUMN perkebunan telah benar-benar berbenah dan siap bersaing di pasar nasional dan internasional.
Dede mengapresiasi kebijakan PalmCo yang konsisten menjaga mutu dan mulai berfokus pada permintaan pasar.
Dede mengatakan, pendekatan PalmCo yang tidak sekadar memproduksi, tetapi juga membaca kebutuhan konsumen dan mendorong portofolio produk grade 1 merupakan strategi yang konkrit.
PTPN IV PalmCo juga menyapu bersih lima penghargaan lainnya di berbagai kategori mulai dari jenis teh Broken Orange Pekoe (BOP), Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF), Pekoe Fannings (PF), hingga Dust, yang seluruhnya berasal dari pabrik teh Tobasari dan Butong.
“Penghargaan ini merupakan wujud dari keyakinan kami bahwa produk PTPN mampu bersaing di level tertinggi,” ujar Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa.
Selain itu, kata Jatmiko, penghargaan tersebut sebagai simbol keberhasilan transformasi perusahaan dalam membangun kembali pertumbuhan komoditas teh PTPN.
Jatmiko berharap, keberhasilan ini menjadi pijakan baru untuk membawa teh Indonesia melangkah lebih jauh, baik dalam hal peningkatan produktivitas maupun kesejahteraan para stakeholders-nya yang terlibat dalam rantai industri.
Dengan capaian di NTC 2025 ini, lanjut Jatmiko, PalmCo kian mengukuhkan posisinya sebagai produsen teh ortodoks unggulan di Indonesia.
Produk-produk teh yang telah tersertifikasi Rainforest Alliance, ISO 9001, ISO 17025, serta Halal, kini bukan hanya menjadi kebanggaan PTPN, namun juga siap bersaing di pasar nasional ataupun internasional. (far)





Sasaran pasar kebun B. Butong, satu dari sejumlah kebun PTPN di bawah Palmco, orientasi pasarnya utk ekspor. Bersaing dengan produsen, a.l: dari China, Vietnam, Afrika dan India. Apakah posisi terbaik di dalam negeri menjamin terbaik di pasar ekspor tentu tidak. Karena kita belum tahun sebaik apa kualitas teh pesaing di banding Bah Butong. Seharusnya, panitia menghadirkan teh sejenis dari berbagai negara produsen pesaing tersebut tadi utk dibandingkan dengan teh -teh produsen peserta lomba. Nah..dengan begitu kita akan mengetahui bagaimana sebaiknya merespon dan. menyimpulkan hasilnya. Kesimpulan yang diungkapkan di atas boleh jadi benar seperti itu atau sebaliknya.