JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, transmigrasi kini diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru berbasis hilirisasi komoditas unggulan. Salah satunya komoditas kelapa.
“Transmigrasi modern bukan lagi soal relokasi, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Menteri Iftitah, Sabtu (24/5/2025).
Untuk itu, kata Iftitah, Kementerian Transmigrasi akan menurunkan tim untuk menilai langsung kesiapan kawasan seperti di Pandeglang, Banten.
Sebagai bagian dari strategi integratif, Kementerian Transmigrasi juga akan menjalin koordinasi dengan Kementerian Investasi untuk menjaring mitra dari sektor swasta, termasuk investor dan off-taker yang siap memperkuat rantai pasok di kawasan transmigrasi.
Kementerian Transmigrasi menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (23/05/2025), dalam rangka membahas peluang pengembangan kawasan transmigrasi modern di wilayah selatan Banten.
Dalam audiensi ini, Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menyampaikan kesiapan daerahnya untuk mendukung implementasi transmigrasi berbasis korporasi masyarakat.
“Kami memiliki sejumlah lahan yang belum tergarap, dan jika dikelola secara produktif bisa menjadi pengungkit ekonomi daerah,” ujar Bupati Dewi dalam pertemuan di kantor Kementerian Transmigrasi.
Kementerian Transmigrasi menyambut positif usulan peluang pengembangan kawasan transmigrasi modern di Pandeglang tersebut.
Tay Enoku, pelaku industri kelapa rakyat yang telah sukses membangun kawasan transmigrasi berbasis industri di Pulau Burung, Riau, mengatakan, produk minyak kelapa miliknya kini sudah diekspor ke beberapa negara.
“Kelapa adalah komoditas rakyat. Kami menerapkan pendekatan bottom-up, dan kini produk kami—dari minyak kelapa hingga kelapa segar—sudah ekspor ke banyak negara,” jelas Tay. (har)




