a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Pacu Hilirisasi Kakao agar Tembus Australia

Kementan Siapkan 2,6 Juta Bibit Perkuat Pengembangan Kopi-Kakao di Lampung

3 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA  – Kementerian Pertanian (Kementa) memperkuat pengembangan kopi dan kakao di Lampung melalui penyediaan 2,6 juta batang bibit untuk mendukung pengembangan areal sekitar 18.000 hektare.

“Target bantuan perkebunan itu 30.000 hektare. 18.000 hektare untuk kopi dan kakao. Nilainya kurang lebih Rp350 miliar untuk Lampung. Insya Allah ini sangat bermanfaat untuk petani,” ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikutip Rabu (2/9/2026).

Mentan mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah untuk memperluas komoditas perkebunan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Mentan Amran menyebutkan, dari total target pengembangan perkebunan 30.000 hektare di Lampung, sekitar 18.000 hektare diarahkan untuk kopi dan kakao.

Sedangkan sisanya untuk tebu. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp350 miliar untuk mendukung program tersebut.

Amran menegaskan dukungan pemerintah diberikan gratis kepada petani, mulai dari bibit, pengolahan lahan hingga biaya penanaman.

“Sekali lagi, semua gratis. Bibit gratis, biaya penanaman gratis, biaya olah gratis. Gratis untuk petani Indonesia. Itu dari Bapak Presiden Republik Indonesia,” kata Mentan.

Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan menyambut positif pengembangan kopi dan kakao di Lampung. Kedua komoditas tersebut memiliki prospek ekonomi dan pasar ekspor yang besar.

“Kami melihat pembibitan ini, kopi, juga coklat sangat baik. Harapan kita tanaman keras ini juga dapat ditanam karena ini tentunya untuk kebutuhan ekspor secara nasional,” ujar Qudrotul.

Menurut Qudrotul, pengembangan kopi dan kakao melalui mekanisme calon petani dan calon lokasi (CPCL) dapat menjadi peluang bagi daerah untuk mengembangkan sentra perkebunan baru.

Dengan dukungan 2,6 juta batang bibit dan program pengembangan sekitar 18.000 hektare kopi dan kakao, Kementan mendorong penguatan perkebunan Lampung dari sisi hulu, sekaligus membuka peluang peningkatan produksi, lapangan kerja, dan pasar komoditas perkebunan.

Direktur CV Hikmah Tani Agus Setiawan mengatakan pihaknya dipercaya pemerintah menyediakan total 2,6 juta batang bibit kopi dan kakao untuk program pengembangan perkebunan 2026.

“Alhamdulillah untuk tahun 2026 ini CV Hikmah Tani dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan kopi robusta sebanyak 600.000 batang, kopi stek berakar sebanyak 200.000 batang serta benih kakao sambung pucuk sebanyak 1.800.000,” kata Agus.

Agus menjelaskan, 600.000 batang kopi robusta akan dialokasikan ke Kabupaten Pesisir Barat dan Tanggamus, sedangkan 200.000 batang kopi stek berakar untuk Kabupaten Way Kanan.

Sementara itu, 1,8 juta batang kakao sambung pucuk akan disalurkan ke Kabupaten Lampung Barat, Lampung Tengah, dan Lampung Selatan.

Selain menyediakan bibit, kegiatan pembenihan tersebut turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Agus mengatakan, pembibitan secara rutin mempekerjakan sekitar 70 orang per hari, dan meningkat menjadi 150-200 orang saat pengisian polybag.

“Dengan adanya pekerjaan ini saya bisa memberdayakan lingkungan masyarakat di sini. Total pekerjaan saya per hari yang rutin itu sebanyak 70 orang, tapi di saat pengisian polybag itu bisa 150-200 orang,”ujarnya.

Agus berharap program peremajaan dan perluasan tanaman perkebunan dapat terus dilanjutkan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan petani. (sat)

Tags: Kakaokopi

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

GAPKI dan APHI Sepakat Kendalikan Karhutla

GAPKI dan APHI Sepakat Kendalikan Karhutla

20 Oktober 2025
Segmen Sawit Masih Jadi Kontributor Utama Pendapatan DSNG

Empat Emiten Sawit Terdepak dari Indeks Global MSCI

13 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.