a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Dewan Teh Tegaskan Konsumen Berhak Mengkonsumsi Teh Bermutu

Dewan Teh Tegaskan Konsumen Berhak Mengkonsumsi Teh Bermutu

26 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Ketua Umum Dewan Teh Indonesia (DTI) Iriana Ekasari menegaskan konsumen berhak mengkonsumsi teh yang mutunya terstandar baik untuk kesehatan.

“Karena teh bagian dari pangan yang dikonsumsi masyarakat luas. Seharusnya keamanan pangannya juga memenuhi standar kesehatan.,” ujar Iriana kepada perkebunanindonesia.com, Selasa (26/5/2026).

Menurut Iriana, acuan industri seharusnya bukan murah, melainkan sehat. Murah namun membuat masalah kesehatan pada akhirnya akan merugikan industri teh secara keseluruhan.

“Karena konsumen pun akan beralih mengkonsumsi minuman lain yang lebih memberi manfaat sehat,” kata Iriana.

Irana berharap, hendaknya tumbuh kesadaran bersama di industri teh bahwa konsumen berhak mengkonsumsi teh yang mutunya terstandar baik untuk kesehatan

Jika kesadaran ini muncul, kata Iriana, maka tidak akan ada pelaku usaha yang tega mencampur daun teh kering hasil olahan kebun dengan teh hasil limbah pengolahan teh dalam kemasan RTD (ready to drink).

Menurut Iriana, kurigian akibat praktik pencampuran hasil limbah pengolahan teh ke dalam kemasan RTD mencapai sekitar Rp 500 miliar.

“Kami perkirakan kerugian total bagi petani dan perkebunan teh dalam seteahun sekitar 34 ribu ton,” ungkap Iriana.

Menyambut Hari Teh se-Dunia, Ketua Umum DTI juga berharap perempuan pekerja yang banyak di perkebunan teh tidak dipandang sebagai elemen beban biaya.

“Dengan jumlah sekitar 60 – 70 persen pekerja perempuan di perkebunan teh diharapkan menjadi elemen strategis meningkatkan intrinsic value dari produk perkebunan teh Indonesia,” jelas Iriana lagi.

Selain itu, Iriana juga menekankan, ekspor teh Indonesia dapat ditingkatkan dengan menaikkan keunggulan kompetitif mutu (innert quality) teh Indonesia.

Di sisi lain, Irana berharap, dikotomi industri hulu – hilir teh nasional dapat mulai dicairkan dengan cara dialog yang dapat difasilitasi oleh lintas Kementrian Pertanian, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. (yer)

Tags: Dewan Teh Indonesiaekspor tehHari Teh Se-DuniaRTD

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Sinergisitas Kunci Wujudkan Sawit Berkelanjutan

Sinergisitas Kunci Wujudkan Sawit Berkelanjutan

3 Maret 2026
Harga TBS Petani Mitra Swadaya Riau Terus Anjlok

Kebijakan Pengaturan Ekspor CPO Lewat BUMN Berdampak pada Penurunan Harga TBS Petani

25 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.