a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kemendag Tetapkan Harga CPO September Meningkat

Kemendag Sebut Ekspor Minyak Sawit ke Tiongkok Senilai USD 3,29 Miliar

20 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut ekspor minyak sawit (crude palm oil/CPO) ke Tiongkok senilai USD 3,29 miliar.

“Tiongkok merupakan salah satu importir terbesar dunia untuk produk pertanian dan makanan olahan. Permintaannya terus meningkat, termasuk dari Indonesia,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Selasa (19/5/2026).

Lebih lanjut Wamendag Roro menyebut, pada 2025 nilai ekspor sektor pertanian ke Tiongkok mencapai USD 1,55 miliar dengan tren pertumbuhan 10,8 persen di lima tahun terakhir. Sementara itu, nilai ekspor makanan olahan mencapai USD 386,48 juta dengan pertumbuhan per tahun sebesar 2 persen antara 2021–2025.

Komoditas utama sektor pertanian yang mendominasi ekspor Indonesia ke Tiongkok antara lain sarang burung walet, buah-buahan, hasil perikanan, rumput laut, produk kelapa, rempah, serta kopi.

Selain itu, komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya juga memainkan peran penting dalam hubungan perdagangan kedua negara. “Nilai ekspor komoditas ini ke Tiongkok tercatat USD 3,29 miliar pada 2025,” kata Wamendag.

Wamendag mengungkapkan, Tiongkok merupakan salah satu mitra utama ekspor sektor pertanian dan pangan dengan kontribusi yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Permintaan domestik Tiongkok terhadap produk pertanian dan makanan olahan dari Indonesia terus tumbuh.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, Tiongkok merupakan partner dagang yang penting bagi Indonesia. Potensi permintaan produk pertanian RRT mencapai USD 31 miliar. Pelaku usaha Indonesia yang hadir di forum diharapkan dapat memanfaatkan peluang pasar yang belum tergarap ini.

Wamendag Roro menyampaikan potensi transaksi dalam penandatanganan MoU di SIAL Shanghai dan Misi Dagang Shanghai menghasilkan transaksi sebesar USD 60,3 juta. Sementara dalam one-on-one business matching tercatat potensi transaksi senilai USD 25,78 juta untuk produk rumput laut, arang kelapa, lada hitam, bubuk kakao, buah tropis.

Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dalam periode 2021–2025, total perdagangan Indonesia dan Tiongkok tumbuh dengan tren positif 7,24 persen.

Tahun lalu, total nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok sebesar USD 67 miliar dan impor Indonesia dari Tiongkok USD 87,5 miliar. Sementara untuk triwulan I-2026, nilai ekspor Indonesia ke RRT tercatat USD 16,9 miliar dan impor Indonesia dari Tiongkok USD 22,1 miliar.

Ekspor Indonesia ke Tiongkok didominasi komoditas utama seperti produk berbasis mineral, batu bara, besi dan baja, nikel, serta CPO dan turunannya.

Sementara itu, impor Indonesia dari Tiongkok didominasi elektronik, kendaraan listrik, bahan baku kimia, mesin serta barang modal yang mendukung transformasi industri nasional. (fad)

Tags: ekspor CPOKakaokelapakemendagkopiTiongkokWamendag

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Negara Saint Lucia Belajar Olah Kelapa di Indonesia

Negara Saint Lucia Belajar Olah Kelapa di Indonesia

16 Mei 2025
Regulasi EUDR Tantangan Besar bagi Petani yang Tak Tersertifikasi

Regulasi EUDR Tantangan Besar bagi Petani yang Tak Tersertifikasi

3 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.