PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut ekspor minyak sawit (crude palm oil/CPO) ke Tiongkok senilai USD 3,29 miliar.
“Tiongkok merupakan salah satu importir terbesar dunia untuk produk pertanian dan makanan olahan. Permintaannya terus meningkat, termasuk dari Indonesia,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Selasa (19/5/2026).
Lebih lanjut Wamendag Roro menyebut, pada 2025 nilai ekspor sektor pertanian ke Tiongkok mencapai USD 1,55 miliar dengan tren pertumbuhan 10,8 persen di lima tahun terakhir. Sementara itu, nilai ekspor makanan olahan mencapai USD 386,48 juta dengan pertumbuhan per tahun sebesar 2 persen antara 2021–2025.
Komoditas utama sektor pertanian yang mendominasi ekspor Indonesia ke Tiongkok antara lain sarang burung walet, buah-buahan, hasil perikanan, rumput laut, produk kelapa, rempah, serta kopi.
Selain itu, komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya juga memainkan peran penting dalam hubungan perdagangan kedua negara. “Nilai ekspor komoditas ini ke Tiongkok tercatat USD 3,29 miliar pada 2025,” kata Wamendag.
Wamendag mengungkapkan, Tiongkok merupakan salah satu mitra utama ekspor sektor pertanian dan pangan dengan kontribusi yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Permintaan domestik Tiongkok terhadap produk pertanian dan makanan olahan dari Indonesia terus tumbuh.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, Tiongkok merupakan partner dagang yang penting bagi Indonesia. Potensi permintaan produk pertanian RRT mencapai USD 31 miliar. Pelaku usaha Indonesia yang hadir di forum diharapkan dapat memanfaatkan peluang pasar yang belum tergarap ini.
Wamendag Roro menyampaikan potensi transaksi dalam penandatanganan MoU di SIAL Shanghai dan Misi Dagang Shanghai menghasilkan transaksi sebesar USD 60,3 juta. Sementara dalam one-on-one business matching tercatat potensi transaksi senilai USD 25,78 juta untuk produk rumput laut, arang kelapa, lada hitam, bubuk kakao, buah tropis.
Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dalam periode 2021–2025, total perdagangan Indonesia dan Tiongkok tumbuh dengan tren positif 7,24 persen.
Tahun lalu, total nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok sebesar USD 67 miliar dan impor Indonesia dari Tiongkok USD 87,5 miliar. Sementara untuk triwulan I-2026, nilai ekspor Indonesia ke RRT tercatat USD 16,9 miliar dan impor Indonesia dari Tiongkok USD 22,1 miliar.
Ekspor Indonesia ke Tiongkok didominasi komoditas utama seperti produk berbasis mineral, batu bara, besi dan baja, nikel, serta CPO dan turunannya.
Sementara itu, impor Indonesia dari Tiongkok didominasi elektronik, kendaraan listrik, bahan baku kimia, mesin serta barang modal yang mendukung transformasi industri nasional. (fad)




