a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Indonesia Berpeluang Tingkatkan Ekspor Karet ke Belarus

Indonesia Berpeluang Tingkatkan Ekspor Karet ke Belarus

16 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Indonesia membuka peluang peningkatan ekspor produk unggulan seperti karet, kakao, kopi, ke Belarus serta kawasan Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (EAEU).

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Pemerintah RI dan Belarus pada Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Minsk, Belarus, Jumat (15/05/2026).

Wakil Perdana Menteri (DPM) Republik Belarus Viktor Karankevich menyampaikan bahwa kedua negara berkomitmen untuk senantiasa menjaga hubungan yang erat di berbagai bidang.

“Kami meyakini bahwa pertemuan ini akan mampu mengidentifikasi sejumlah kerja sama bilateral utama yang dapat diwujudkan dalam rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada awal Juli 2026,” ujar DPM Karankevich.

Dalam sambutan pembukaan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa SKB kali ini merupakan kelanjutan dari SKB ke-7 yang terakhir diadakan pada masa pandemi di tahun 2022 secara virtual.

SKB RI-Belarus berfungsi sebagai kerangka payung untuk kerja sama bilateral, terutama di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknis, dengan tujuan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan ekonomi kedua negara.

Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Belarus terhadap penyelesaian dan penandatanganan Indonesia–EAEU FTA pada bulan Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia.

“Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan kerja sama industri, ketahanan pangan, dan pengembangan manufaktur berbasis teknologi. Implementasi Indonesia–EAEU FTA diharapkan dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan,” ujar Menko Airlangga.

Belarus mengundang stakeholders dan para pengusaha dari Indonesia untuk melihat lebih dekat kapabilitas dan kapasitas industri pertanian, industri manufaktur dan berbagai fasilitas industri yang dimiliki oleh Belarus.

Belarus berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia, termasuk melalui pengembangan kerja sama industri, investasi, pertanian, dan konektivitas perdagangan.

DPM Karankevich mengungkapkan bahwa pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Belarus akan sangat membantu bisnis antar kedua negara, mengingat Indonesia-EAEU FTA telah ditandatangani dan akan segera selesai ratifikasi.

Di bidang perdagangan dan investasi, kedua negara mencatat tren peningkatan nilai perdagangan yang cukup signifikan, yakni sekitar USD221 juta atau meningkat 72,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Indonesia juga menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan perdagangan secara signifikan dan Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi sejumlah peluang kerja sama strategis.

Sebagai salah satu negara di Kawasan Eropa Timur dengan basis industri manufaktur yang kuat, khususnya pada sektor alat berat, pertanian, dan kimia, Belarus memiliki potensi strategis sebagai mitra Indonesia dalam diversifikasi pasar dan penguatan kerja sama sektor industri.

Indonesia mendorong penguatan kerja sama melalui skema joint venture, local assembly, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional, khususnya pada sektor alat berat, kendaraan komersial, pupuk, dan mesin pertanian.

Pada sektor ketahanan pangan dan pertanian, kedua negara membahas potensi kerja sama di bidang mekanisasi pertanian dan teknologi pertanian modern untuk mendukung produktivitas dan modernisasi sektor pertanian.

Indonesia juga membuka peluang peningkatan ekspor produk unggulan seperti karet, kakao, kopi, produk perikanan, dan produk manufaktur ke Belarus serta kawasan EAEU.

Kedua negara menyambut baik Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030 yang saat ini tengah disusun.

Roadmap tersebut diharapkan menjadi dokumen sistematis dan terukur untuk mengembangkan berbagai kerjasama, serta diharapkan akan menjadi salah satu deliverables utama dalam Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia. (fad)

Tags: BelarusKakaoKaretKemenko Perekonomiankopi

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Lima Varietas Unggul Kakao Baru Siap Dikembangkan

Lima Varietas Unggul Kakao Baru Siap Dikembangkan

10 Juni 2026
BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

13 Oktober 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.