a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Akses Pasar Minyak Sawit Jadi Pembahasan Perjanjian Indonesia – Rusia

dok Kemenko Perekonomian

Akses Pasar Minyak Sawit Jadi Pembahasan Perjanjian Indonesia – Rusia

13 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Akses pasar produk minyak sawit, kopi, dan kakao menjadi salah satu topik pemerintah Indonesia – Rusia yang dibahas kembali dalam perkembangan ratifikasi dan implementasi dari Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), yang telah ditandatangani pada 21 Desember 2025.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia Denis Manturov selaku Ketua Bersama (Co-Chairs) Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik, melakukan pertemuan secara terbatas sebagai rangkaian acara penyelenggaraan SKB ke-14 Indonesia-Rusia di Kazan, Federasi Rusia, Selasa (12/05/2026).

Pertemuan Co-Chairs SKB Indonesia-Rusia menjadi forum strategis bagi kedua negara untuk meninjau kembali berbagai perkembangan atas implementasi dari hasil-hasil Pertemuan SKB sebelumnya, membahas kemajuan kerja sama di berbagai sektor prioritas, serta mengevaluasi berbagai isu yang masih memerlukan tindak lanjut dalam hubungan ekonomi Indonesia-Rusia.

Pada kesempatan tersebut, Co-Chairs SKB membahas sejumlah isu strategis yang mencakup penguatan akses pasar dan kerja sama sektor pertanian, kerja sama energi terbarukan, peluang peningkatan investasi, termasuk pada kawasan ekonomi khusus, serta penguatan kerangka hukum dan kelembagaan kerja sama bilateral.

Kedua pihak juga membicarakan perihal perkembangan ratifikasi dan implementasi dari Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), yang telah ditandatangani pada 21 Desember 2025 dan saat ini sedang menjalani proses ratifikasi domestik.

Perjanjian perdagangan dengan EAEU akan memberikan akses pasar, di mana EAEU membuka akses produk prioritas seperti minyak sawit dan turunannya, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, alas kaki, dan furnitur.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa Pertemuan Co-Chairs ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang konkret, pragmatis, dan saling menguntungkan.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra paling strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda kerja sama prioritas kedua negara,” ujar Menko Airlangga.

Sementara itu, DPM Denis Manturov menegaskan komitmen kuat dari pihak Rusia untuk terus meningkatkan hubungan ekonomi bilateral dengan Indonesia melalui penguatan kerja sama di sektor-sektor strategis.

Sektor strategis yang ikut dibahas antara lain sektor pertanian terkait akses produk agro Indonesia untuk ekspor ke Rusia, penjajakan dan potensi impor daging serta produk pupuk dan fertilizer, yang dijelaskan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Terkait dengan sektor energi juga dibahas mengenai tindaklanjut rencana pembelian minyak, pengembangan ladang migas, perkembangan proyek GRR Tuban dan kerja sama energi nuklir, yang dijelaskan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.

Di sektor perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan terkait upaya mendorong ekspor Indonesia ke Rusia dan proses ratifikasi serta implementasi Indonesia-EAEU FTA.

Pada kesempatan tersebut, ikut dibahas juga mengenai rencana kerja sama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone) antara Indonesia dan Rusia. (fad)

Tags: I-EAEU FTAKakaoKemenko PerekonomiankopiRusiasawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mentan Amran Optimistis Penurunan Harga Beras Berlanjut

Mentan Amran Optimistis Penurunan Harga Beras Berlanjut

22 Agustus 2025
Minyak Sawit di Kawasan Amerika Utara dan Membagi Manfaat Sawit

GAPKI Sebut Ekspor dan Konsumsi Sawit Periode Mei Turun Lebih Dalam

16 Juli 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.