a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Presiden Prabowo Tegaskan Hilirisasi Pertanian Perkuat Ekonomi Nasional

dok Biro Pers

Presiden Prabowo Tegaskan Hilirisasi Pertanian Perkuat Ekonomi Nasional

30 April 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi pertanian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Kita tidak mau sekadar jual bahan baku. Kita tidak mau hanya menjual buah kelapa. Kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” kata Presiden Prabowo saat meresmikan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Fase II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Menurut Presiden Prabowo, selama ini Indonesia terlalu lama berada pada pola lama sebagai pemasok bahan baku. Padahal, kekuatan utama bangsa justru terletak pada kekayaan sumber daya alam yang seharusnya dikelola dan diolah di dalam negeri.

Prabowo mengatakan, hilirisasi di sektor pertanian harus menjadi gerakan besar nasional, mencakup pengolahan berbagai komoditas unggulan seperti kelapa, sawit, hingga rempah-rempah yang dapat menjadi produk turunan bernilai tinggi.

Dalam proyek hilirisasi fase II, sejumlah inisiatif berbasis pertanian menjadi bagian penting, antara lain hilirisasi minyak sawit menjadi produk oleofood dan biodieseldi KEK Seri Mangkei, Sumatera Utara.

Kemudian pengolahan pala menjadi oleoresin di Kebun Awaya Maluku Tengah dengan kapasitas 2.560 ton biji pala kering per tahun; dan fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi di Maluku Tengah dengan kapasitas 300 ribu butir kelapa per hari.

Presiden Prabowo menilai langkah ini sebagai bukti bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak industri dan pencipta nilai tambah di dalam negeri.

Lebih jauh, Presiden  menekankan bahwa keberanian sebuah bangsa salah satunya ditentukan oleh kemampuannya menguasai dan mengolah sumber daya sendiri.

“Bentuk keberanian antara lain adalah keberanian bangsa itu untuk menguasai sumber daya dan mengolah sumber daya itu di negaranya sendiri. Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” jelas Presiden Prabowo.

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga menyoroti persoalan mendasar yang selama ini dihadapi petani, mulai dari harga yang jatuh saat panen hingga ketidakpastian pasar.

“Sudah terlalu lama petani Indonesia, nelayan Indonesia, buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak,” kata Prabowo.

Prabowo memastikan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan tata kelola sektor pertanian agar petani memiliki kepastian dalam menjual hasil produksinya.

“Petani yang tadi hasil panennya tidak dibeli, puso, rusak di kebun, panennya tidak diserap, tengkulak datang banting harga. Tidak mungkin rakyat sejahtera. Sekarang kita ubah. Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar offtake. Berapa yang dihasilkan, berapa pun itu diserap bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Dalam konteks yang lebih luas, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi merupakan strategi utama dalam membangun kemandirian ekonomi nasional dan mempercepat kebangkitan bangsa.

“Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia bukan ladang dan sawah untuk diambil kekayaannya dibawa ke luar negeri. Bangsa Indonesia tidak mau jadi sawahnya orang lain, tidak mau jadi ladangnya orang lain. Saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati rakyat Indonesia,” papar Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengajak para ilmuwan, teknokrat, dan generasi muda untuk mengambil peran dalam memperkuat hilirisasi dan pembangunan nasional. (har)

Tags: BiodiselHilirisasi PertanianPalaPresiden Praboworempahsawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah Sepakat Ada Penyesuaian Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Pemerintah Sepakat Ada Penyesuaian Harga Eceran Tertinggi Minyakita

4 Juni 2026
Florikultura Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 17 Miliar di Korsel

Florikultura Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 17 Miliar di Korsel

9 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.