a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Florikultura Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 17 Miliar di Korsel

Istimewa

Florikultura Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 17 Miliar di Korsel

9 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Florikultura atau tanaman hias dan daun-daunan eksotis beragam warna  endemik Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi USD 1,1 juta atau setara Rp17,05 miliar pada pameran “International Horticulture Goyang Korea” di Goyang, Korea Selatan (Korsel).

Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengapresiasi keikutsertaan Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) dalam pameran bunga dan tanaman hias tersebut.

“KBRI Seoul menyambut baik partisipasi ASBINDO dalam International Horticulture Goyang tahun ini yang menghadirkan florikultura dan tanaman endemik Indonesia. Pasar florikultura di Korea Selatan cukup tinggi, terutama untuk bunga potong,” sebut Cecep seperti dikutip Jumat (8/5/2026).

Potensi transaksi dihasilkan dari berbagai produk hasil budidaya petani Indonesia seperti bunga sedap malam (Polianthes tuberosa), krisan atau seruni (Chrysanthemum sp.), dan mawar (Rosa sp.), yang sekaligus menambah semerbak wangi musim semi di Korea Selatan tahun ini. Puncak pameran berlangsung selama dua hari pada 24—26 April 2026 di Goyang Special City Ilsan Lake Park.

Pada pameran tahun ini, Paviliun Indonesia menghadirkan sebelas petani florikultura yang tergabung dalam Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO).

Tanaman endemik Indonesia yang turut dipamerkan, antara lain, Labisa (Labisa sp.), keladi atau telinga gajah (Alocasia sp.), sri rejeki (Aglaonema sp.), serta tanaman budi daya menggunakan teknik kultur jaringan (tissue culture).

Keikutsertaan Indonesia merupakan hasil kolaborasi Kedutaan Besar RI di Seoul berkolaborasi dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan.

Selain memfasilitasi keikutsertaan di pameran, KBRI Seoul dan ITPC Busan juga mendampingi penjajakan bisnis (business matching) pelaku usaha Indonesia dan importir Korea Selatan untuk menggali peluang ekspor tanaman hias dan tanaman endemik Indonesia ke negeri Ginseng.

Selain anggota ASBINDO, business matching juga melibatkan perusahaan florikultura Indonesia, yaitu peserta Horticulture Business Trip ke Korea Selatan oleh Perkumpulan Profesi Hortikultura Indonesia (PPHI).

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan Husodo Kuncoro Yakti menyatakan, hasil pameran International Horticulture Goyang Korea menunjukkan besarnya ketertarikan pasar Korea Selatan terhadap produk florikultura Indonesia.

“ITPC Busan pun siap menindaklanjuti potensi transaksi tersebut untuk memastikan terealisasinya ekspor produk florikultura Indonesia,” ujar Husodo.

Menurut Husodo, capaian potensi transaksi selama International Horticulture Goyang tahun ini menunjukkan bahwa produk florikultura dari Indonesia mempunyai peluang yang cukup baik di Korea Selatan.

“Kami akan menindaklanjuti potensi ini. ITPC Busan telah menjalin hubungan yang baik dengan Goyang Special City melalui kerja sama promosi kopi di 2025 lalu dan hubungan ini dapat terus dimanfaatkan,” ujar Husodo.

Koordinator Bidang Sertifikasi dan Kompetensi ASBINDO, Virginanty, menyampaikan antusiasmenya dalam pameran tahun ini. Florikultura Indonesia yang dihadirkan menjadi daya tarik bagi pengunjung, baik importir maupun pengunjung umum, untuk masuk ke Paviliun Indonesia dan melihat keindahan tanaman hias dari Tanah Air.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi bersama ITPC Busan untuk mempromosikan tanaman hias dan bunga potong Indonesia di Korea Selatan,” ujar Virginanty.

Menurut Virginanty, keindahan bunga dan tanaman adalah bahasa universal. Melalui kolaborasi ini, kami yakin produk florikultura Indonesia akan semakin dikenal, diminati, dan mendapat tempat di hati konsumen Korea Selatan. (far)

Tags: ASBINDOFlorikulturaTanaman hias

Related Posts

Riset Ungkap Minum Kopi Secara Teratur Turunkan Risiko dari Liver

Riset Ungkap Minum Kopi Secara Teratur Turunkan Risiko dari Liver

18 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Hasil riset mengungkap minum kopi secara teratur menurunkan risiko penyakit liver atau hati. Namun untuk...

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Permintaan Sawit di Pasar Eropa Penuh Dualisme

Permintaan Sawit di Pasar Eropa Penuh Dualisme

12 Juni 2025
Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma Riau turun

Harga TBS Sawit Mitra Plasma Riau Naik

2 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.