a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kemendag Tetapkan Harga CPO September Meningkat

Kementan dan BUMN Percepat Pengembangan Bioenergi Nasional

17 April 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN mempercepat pengembangan bioenergi nasional, mulai dari biodiesel hingga etanol, sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi.

“Ini arahan Bapak Presiden. Kami bersama BUMN, Danantara, kami kolaborasi untuk mewujudkan gagasan besar Bapak Presiden,” ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026).

Menurut Amran, percepatan bioenergi merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan secara kolaboratif lintas sektor.

Salah satu fokus utama saat ini, kata Mentan Amran, adalah implementasi biodiesel B50 yang ditargetkan mulai berjalan tahun ini.

“Arahan Bapak Presiden, yaitu biofuel. B50 jalan kita stop impor solar 5 juta ton. Nah ini capaian yang luar biasa. Karena akan membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” jelas Amran.

Selain biodiesel, pemerintah juga mendorong percepatan pengembangan etanol sebagai bagian dari bauran energi nasional melalui mandatori E20.

“Yang paling terakhir adalah etanol. Kita menuju mandatori E20. Kita butuh 8 juta ton etanol. Artinya apa? Suatu saat kita mandiri karena Brazil sekarang sudah bisa E70, E100,” kata Amran.

Menurut Mentan Amran, jika seluruh ekosistem bioenergi ini berjalan optimal, maka dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Kalau ini semuanya mandiri, insya Allah, menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, kemudian pengangguran kita turunkan, kesejahteraan meningkat, Indonesia emas kita rebut,” ujar Amran.

Amran mengatakan, PTPN menjadi motor penggerak. Dengan kolaborasi antara BUMN dan swasta, juga masyarakat yang semakin cepat semakin bagus.

Mentan Amran juga menyampaikan bahwa capaian sektor pangan menjadi fondasi kuat dalam menopang agenda besar bioenergi nasional. Capaian tersebut juga diikuti peningkatan signifikan pada kesejahteraan petani dan pertumbuhan sektor pertanian.

Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hantoro, mengatakan, kesiapan pihaknya dalam mendukung implementasi program bioenergi, khususnya biodiesel dan etanol. “Sudah B50 sudah oke, sekarang etanol. Yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” katanya.

Setyanto menambahkan, implementasi B40 saat ini bahkan telah menekan ketergantungan terhadap impor energi.

“Dengan B40 sekarang sebetulnya kita sudah nggak impor solar. Nanti kalau B50 kita bahkan ekspor solar. Jadi yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” lanjut Setyanto.

Untuk mendukung mandatori E20, pembangunan fasilitas produksi etanol terus dipercepat. Menurut Setyanto, pihaknya akan melakukan groundbreaking di beberapa tempat.

“Sekarang baru satu pabrik, yang kedua sudah di groundbreaking di Jawa Timur, kemudian menyusul empat lagi, jadi totalnya enam. Itu untuk memenuhi E20 nantinya,” jelas Setyanto.

Selain itu, hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti gambir di Sumatera Barat juga didorong dengan melibatkan BUMN sebagai motor penggerak.  (sat)

Tags: biodisel B50BioethanolMentan Andi Amran SulaimanPTPN

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga Referensi CPO

Kemendag Tetapkan Harga Referensi CPO Periode Juni 2025 Turun

31 Mei 2025
PT Pupuk Indonesia Bangun dan Revitalisasi 8 Pabrik

PT Pupuk Indonesia Bangun dan Revitalisasi 8 Pabrik

6 Oktober 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.