PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut hilirisasi gambir akan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi, khususnya bagi perekonomian petani Sumatera Barat (Sumbar).
“Sumatera Barat punya potensi terbesar. Kita mohon dukungan bupati dan gubernur. Sawit sudah ada hilirisasinya, sudah jalan dan ekspor. Tapi gambir belum ada hilirisasinya,” ungkap Mentan Amran, dikutip Rabu (15/4/2026).
Menurut Amran, hilirirsasi komoditas gambir bisa menambah kesejahteraan petani di Sumbar. Diakui hilirsasi gambir belum ada. “Yang sudah ada kita tingkatkan, yang belum ada seperti gambir, kita cari dan dorong,” katanya.
Sementara itu, Pengamat dari Universitas Andalas Muhammad Makky menilai kebijakan hilirisasi komoditas gambir menjadi langkah strategis yang tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga memperbaiki struktur rantai pasok dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurut Makky, pendekatan Kementerian Pertanian (Kementan) ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun industri gambir dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.
Makky menilai strategi hilirisasi tidak berhenti pada produk mentah. Pemerintah mesti mendorong pengembangan produk turunan bernilai tinggi seperti katekin dan tanin yang memiliki pasar global lebih luas, mulai dari industri kosmetik, pakan ternak, hingga pengolahan kulit.
“Nilai tambah terbesar ada di produk turunan. Di sinilah kunci peningkatan daya saing Indonesia sebagai produsen gambir dunia,” kata Makky.
Menurut Makky, pasar premium untuk gambir tidak hanya terbatas pada India, tetapi juga berkembang di negara-negara seperti Malaysia, Korea, dan Taiwan.
Bahkan, lanjut Makky, permintaan terbesar datang dari industri suplemen pakan ternak dan bahan kimia ramah lingkungan untuk industri kulit dan tekstil.
Sebagai mitra pemerintah, Universitas Andalas turut berperan dalam studi kelayakan, analisis pasar, serta pembinaan koperasi desa agar mampu memenuhi standar ekspor. Peran ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas produk sekaligus keberlanjutan program.
Makky menegaskan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap arah kebijakan Menteri Pertanian yang dinilai berpihak pada petani dan berbasis pada penguatan industri nasional.
“Kami melihat ini sebagai momentum kebangkitan gambir Indonesia. Dengan kebijakan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, komoditas ini bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, khususnya bagi daerah penghasil seperti Sumatera Barat,” pungkasnya. (sat)




