a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mentan Sebut Sawit Tulang Punggung Perekonomian Nasional

dok Kementan

Mentan Sebut Sawit Tulang Punggung Perekonomian Nasional

28 Februari 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebutkan kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional yang harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan besar Indonesia. Produktivitasnya tinggi, efisien dalam penggunaan lahan, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga industri besar. Inilah yang membuat sawit layak disebut miracle crop,” ujar Mentan Amran dikutip Jumat (27/2/2026).

Menurut Mentan Amran, arah kebijakan Kementan saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di sektor hulu, tetapi juga pada penguatan hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri.

Pengembangan produk turunan sawit, mulai dari pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi seperti biodiesel, dinilai menjadi kunci memperkokoh ketahanan energi sekaligus memperluas lapangan kerja.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menambahkan, kelapa sawit memiliki produktivitas minyak per hektare yang jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya.

Dengan efisiensi lahan tersebut, sawit diharapkan mampu memenuhi kebutuhan minyak nabati global tanpa tekanan pembukaan lahan yang berlebihan, serta tetap sesuai ketentuan yang berlaku dan mengimplementasikan sistem keberlanjutan.

“Hilirisasi menjadi strategi penting agar sawit tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh pekebun, pelaku usaha, dan masyarakat,” jelas Roni.

Roni juga menekankan pentingnya penguatan sertifikasi dan praktik budidaya berkelanjutan, termasuk percepatan peremajaan sawit rakyat untuk menjaga produktivitas kebun.

Upaya ini dilakukan guna meningkatkan daya saing sawit Indonesia di pasar global sekaligus menjawab berbagai tantangan isu lingkungan.

Roni menambahkan, dengan strategi hilirisasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Kementan optimistis kelapa sawit akan semakin memperkokoh posisinya sebagai komoditas strategis nasional sekaligus motor penggerak industrialisasi berbasis perkebunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Berdasarkan data publikasi statistik Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian luas areal kelapa sawit Indonesia pada 2024 dan 2025 (angka sementara) tercatat mencapai 16,83 juta hektare.

Pada tahun 2024, produksi minyak sawit mentah (CPO) nasional mencapai 45,44 juta ton dengan produktivitas rata-rata 3,5 ton per hektare. Pada tahun yang sama, empat provinsi menjadi kontributor terbesar produksi sawit nasional.

Provinsi Riau mencatat produksi 9,14 juta ton. Disusul Kalimantan Barat dengan produksi 4,96 juta ton, Kalimantan Tengah dengan produksi 7,46 juta ton, serta Kalimantan Timur produksi 3,90 juta ton.

Memasuki tahun 2025 (angka sementara), menunjukkan tren peningkatan produksi nasional meningkat menjadi 46,55 juta ton (CPO) dengan produktivitas rata-rata mencapai 3,6 ton per hektare.

Pada tahun 2025, Riau tetap menjadi kontributor terbesar dengan produksi 9,46 juta ton. Kalimantan Barat dengan produksi 4,94 ton, Kalimantan Tengah mencatat produksi 7,59 juta ton, serta Kalimantan Timur sebesar 4,29 juta ton.

Dari sisi perdagangan global, pada tahun 2024 volume ekspor sawit Indonesia tercatat sebesar 32,34 juta ton dengan nilai mencapai 22,85 miliar dolar AS.

Sementara pada tahun 2025, volume ekspor meningkat menjadi 36,37 juta ton dengan nilai 28,50 miliar dolar AS. Kenaikan ini menunjukkan peran strategis sawit dalam memperkuat neraca perdagangan dan kontribusinya terhadap devisa negara. (sat)

 

Tags: cpoDitjen PerkebunanHilirisasikelapa sawitMentan Andi Amran Sulaiman

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah akan Terapkan Pungutan Ekspor Kelapa Bulat

Pemerintah akan Terapkan Pungutan Ekspor Kelapa Bulat

18 Mei 2025
Aspekpir Indonesia Mendorong Percepatan PSR

Aspekpir Indonesia Mendorong Percepatan PSR

29 April 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.