a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Salim Invomas Catat Kenaikan Produksi TBS dan CPO

PalmCo Perkuat Tata Kelola Produksi Berbasis Data

26 Februari 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – PalmCo melalui PTPN IV Regional III memperkuat tata kelola on-farm berbasis data melalui penerapan trossen telling atau perhitungan bunga buah sebagai fondasi utama estimasi produksi.

“Di PTPN IV Regional III, kami memastikan bahwa produksi tidak berjalan berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan data yang terukur,” ungkap Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso dikutip Rabu (25/2/2026).

Lebih lanjut Bambang menyebutkan, sepanjang 2025, akurasi trossen telling perusahaan plat merah ini mencapai 96,77 persen. Bahkan realisasi terhadap prognosa menyentuh 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen.

“Ini menunjukkan validitas data yang kami bangun benar-benar presisi,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Bambang, sepanjang 2025, metode tersebut menjadi instrumen kunci dalam mengawal perencanaan hingga realisasi produksi tandan buah segar (TBS). Dari total produksi 1,6 juta ton TBS, tingkat akurasi perhitungan bunga buah tercatat mencapai 96,77 persen.

Tak hanya itu, jika dibandingkan dengan prognosa pada tahun yang sama, realisasi produksi bahkan menyentuh 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen. Angka tersebut menunjukkan selisih yang sangat tipis antara estimasi dan capaian riil di lapangan.

Menurut Bambang, trossen telling bukan sekadar metode penghitungan bunga buah, melainkan parameter utama dalam memproyeksikan produksi TBS selama satu tahun penuh.

Data tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebutuhan operasional dari hulu hingga hilir, mencakup tenaga kerja, material, transportasi, hingga aspek pendukung lainnya atau labor, material, transport, and others (LMTO).

“Dengan forecast yang akurat, kami dapat menghindari kehilangan momentum saat panen puncak terjadi,” kata Bambang lagi.

Selain itu, lanjut Bambang, pihaknya juga tidak ada keterlambatan tenaga, tidak ada kekurangan armada, dan tidak ada keputusan yang diambil tanpa dasar.

Secara teknis, evaluasi akurasi dilakukan dalam dua periode, yakni Semester I dan Semester II 2025. Pembobotan disesuaikan dengan kontribusi masing-masing kebun terhadap target RKAP.

Tiga indikator utama menjadi dasar penghitungan, yaitu jumlah tandan dengan bobot 80 persen, berat tandan rata-rata (BTR) sebesar 10 persen, serta volume TBS sebesar 10 persen.

Data realisasi produksi diambil dari sistem SAP berdasarkan jumlah tandan dan volume TBS yang diterima di pabrik kelapa sawit.

Pengukuran akurasi dilakukan menggunakan metode deviasi absolut antara hasil estimasi dan realisasi produksi, dengan standar terbaik berada pada deviasi 0 persen.

Sepanjang 2025, manajemen menetapkan tiga kebun dan 12 afdeling dengan tingkat akurasi terbaik. Sementara unit dengan deviasi absolut di atas 10 persen menjadi perhatian khusus untuk dilakukan perbaikan metode pada 2026.

Bambang menambahkan, capaian tersebut selaras dengan arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang menekankan pentingnya validitas data, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta integritas di setiap lini operasional.

“Inilah transformasi yang kami jalankan, presisi sebagai budaya kerja, data sebagai fondasi keputusan, dan produksi yang dikelola secara terukur, akuntabel, serta berkelanjutan,” ujar Bambang. (fad)

Tags: kelapa sawitPalmCoPTPN IV Regional III

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mentrans Soroti Kisah Sukses Transmigran Petani Sawit dari Mamuju

Mentrans Soroti Kisah Sukses Transmigran Petani Sawit dari Mamuju

20 Juli 2025
Potensi Bioetanol dari Sawit Capai 1,6 Juta Ton

Potensi Bioetanol dari Sawit Capai 1,6 Juta Ton

29 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.