a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Persetujuan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–EAEU FTA) di St. Petersburg, Rusia

Persetujuan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–EAEU FTA) di St. Petersburg, Rusia (dok Kemendag)

Potensi Pasar Produk Perkebunan Bakal Semakin Meningkat

22 Desember 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA  – Potensi Pasar Produk Perkebunan seperti sawit, kopi, dan kakao bakal semakin meningkat seiring ditandatanganinya Persetujuan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–EAEU FTA) di St. Petersburg, Rusia.

“Menindaklanjuti arahan Presiden untuk membuka pasar baru bagi pelaku usaha Indonesia, hari ini saya  menandatangani  persetujuan  dagang  bersejarah dengan Uni Ekonomi Eurasia,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).

Budi mengatakan, Indonesia-EAEU FTA tidak hanya tentang penurunan tarif, melainkan tentang membangun jembatan ekonomi yang  saling  menguntungkan  dan  berkelanjutan.

Penandatanganan ini, tambah Budi, juga merupakan upaya diversifikasi pasar tujuan ekspor Indonesia, dan potensi sumber investasi baru khususnya terkait sektor manufaktur dan pertanian.

Indonesia-EAEU FTA mencakup pembukaan akses pasar barang, fasilitasi perdagangan, serta  kerja sama ekonomi.

Uni Ekonomi Eurasia memberikan komitmen preferensi tarif kepada  Indonesia sebesar 90,5 persen dari total pos tarif, atau mencakup 95,1 persen dari total nilai impor kawasan tersebut dari Indonesia.

Menurut Mendag, dengan preferensi tarif hingga 90,5 persen dari total pos tarif Uni Ekonomi Eurasia, produk unggulan Indonesia akan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan kompetitif.

“Hal ini mendorong peningkatan ekspor sawit dan turunannya, alas kaki, tekstil dan produk tekstil, produk perikanan, karet alam, furnitur, serta produk manufaktur seperti elektronik. Preferensi dan berbagai kemudahan  tersebut  membuka  peluang  besar  bagi  Indonesia  untuk  merebut pangsa pasar dari negara pesaing,” jelas Mendag.

Mendag Budi mengatakan, Indonesia–EAEU FTA menghadirkan berbagai peluang bisnis. Untuk itu para eksportir Indonesia didorong agar segera memanfaatkan berbagai fasilitas dalam perjanjian tersebut.

“Persetujuan ini akan memberikan kepastian kerangka hukum dan transparansi bagi dunia usaha, sehingga  iklim perdagangan menjadi  lebih  dapat  diprediksi  dan  kondusif.

Menurut Mendag, semakin terbuka lebarnya pasar Uni Ekonomi Eurasia juga akan menjadi daya tarik bagi pelaku usaha di kawasan tersebut.

Para importir di kawasan ini akan semakin mudah memasukkan produk-produk Indonesia ke   pasar Uni Ekonomi Eurasia, bahkan berpotensi menyentuh pasar wilayah sekitarnya, seperti negara-negara di Asia Tengah.

Mendag juga menekankan, Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia sepakat memandang kerja sama  ekonomi sebagai pilar penting dengan mendorong kolaborasi di berbagai bidang strategis. Bidang-bidang  ini, antara lain pertanian, industri, energi, transportasi, logistik, ekonomi digital, serta pengembangan rantai nilai yang berkelanjutan.

Kepala Komisi Uni Ekonomi Eurasia Bakytzhan Sagintayev menyampaikan, pertemuan ini membahas sejumlah  isu  strategis  terkait  mencakup  sektor  perdagangan,  logistik,  serta berbagai  bidang yang mendukung penguatan kerja sama ekonomi antara kedua pihak

“Kami berharap, setelah perjanjian ini mulai diimplementasikan, perdagangan antara negara-negara kami dapat meningkat hingga dua kali lipat,”ujar Sagintayev.

Total perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia pada Januari – Oktober 2025  tercatat sebesar USD 4,4 miliar dengan ekspor Indonesia ke kawasan tersebut sebesar USD 1,76 miliar dan impor Indonesia dari kawasan tersebut sebesar USD 2,64 miliar.

Pada 2024, Uni Ekonomi Eurasia merupakan tujuan ekspor ke-24 dan sumber impor ke-17 bagi Indonesia dengan total perdagangan kedua pihak mencapai USD 4,52 miliar. Ekspor Indonesia  ke kawasan tersebut sebesar USD 1,89 miliar dan impor Indonesia dari kawasan tersebut sebesar USD 2,63 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Uni Ekonomi Eurasia, antara lain, pertanian dan kehutanan  seperti minyak sawit, minyak kelapa, kopi, dan produk kakao.

Sementara itu, produk utama  impor Indonesia dari Uni Ekonomi Eurasia, antara lain, batu bara, pupuk kalium, gandum, dan besi baja.

Bagi Indonesia, persetujuan ini akan menciptakan peluang perluasan pasar nontradisional di kawasan Eurasia yang memiliki populasi 180 juta penduduk dan Produk Domestik Bruto (PDB) USD 2,56 triliun.

Sedangkan bagi Eurasia, Indonesia menawarkan peluang ekonomi dengan populasi 281,6 juta  penduduk dengan PDB USD 1,4 triliun dan kelas menengah yang terus tumbuh secara eksponensial. (fad)

Tags: Indonesia–EAEU FTAKakaokopiMendagpotensi pasar eksporsawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kopi Specialty Indonesia Catatkan Transaksi Rp 498 Miliar di SCE 2025

Kopi Specialty Indonesia Catatkan Transaksi Rp 498 Miliar di SCE 2025

3 Mei 2025
Pupuk Kaltim Perkuat Kesiapan Stok dan Produksi untuk Musim Tanam

Pupuk Kaltim Perkuat Kesiapan Stok dan Produksi untuk Musim Tanam

28 September 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.