a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Empat Kelompok Petani Swadaya Raih Sertifikasi RSPO melalui Program SMILE

Empat Kelompok Petani Swadaya Raih Sertifikasi RSPO melalui Program SMILE

Empat Kelompok Petani Swadaya Raih Sertifikasi RSPO melalui Program SMILE

11 Desember 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA –  Empat kelompok petani swadaya binaan Asian Agri, Apical, dan Kao Corporation secara resmi menerima sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada Konferensi Tahunan RSPO (RT2025) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 5 November.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting melalui program kolaboratif SMILE (SMallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment). Sertifikasi menjadi langkah penting bagi para petani swadaya di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi.

Secara keseluruhan, keempat kelompok ini mewakili 1.078 petani yang mengelola total area tersertifikasi seluas 2.804 hektare.

Empat kelompok petani kini telah meraih sertifikasi, yaitu Perkumpulan Tani Maju Badang Sepakat, Perkumpulan Asosiasi Bentang Alam, Koperasi Produsen Perkebunan Kelapa Sawit Wahyu Agung, dan Perkumpulan Berkah Mulia Tani.

Kemajuan yang dicapai tahun ini menunjukkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar upaya masing-masing. Hasil ini lahir dari kolaborasi yang terjalin dalam program SMILE.

Head of Sustainability Asian Agri, Ivan Novrizaldie, menekankan pentingnya kemitraan tersebut. Asian Agri memberikan pelatihan langsung tentang praktik budidaya yang baik dan membantu petani mempersiapkan diri untuk sertifikasi keberlanjutan.

“Setiap dari kita memiliki peran yang krusial, namun komitmen bersama terhadap petani lah yang benar-benar membuat program ini berhasil,” ujar Ivan dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).

Perjalanan menuju keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Awalnya, banyak petani plasma yang ragu untuk bergabung dalam program ini, namun melalui edukasi yang konsisten dan keterlibatan yang berkelanjutan.

Mereka akhirnya memahami manfaat jangka panjang dari sertifikasi RSPO. Salah satunya adalah harga premium untuk tandan buah segar mereka, yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan secara signifikan.

“Awalnya, banyak yang meragukan program ini, tetapi ketika manfaatnya mulai terlihat, semakin banyak petani yang bergabung pada fase kedua,” ujar Kepala Kelompok Petani Wahyu Agung, Bambang Guntoro. Pengalamannya mencerminkan perubahan kepercayaan yang lebih luas saat para petani kecil mulai melihat hasil nyata.

Hal serupa diungkapkan, Kepala Kelompok Petani Perkumpulan Berkah Mulia Tani Eka Chandra, yang menekankan ketekunan di balik pencapaian ini.

“Kesuksesan ini adalah kemampuan untuk terus maju dan mengatasi satu kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat,” ujar Eka.

Eka menambahkan bahwa tanpa dukungan dari program SMILE, akan jauh lebih sulit bagi petani untuk tetap konsisten menghadapi setiap tantangan.

Head of Sustainability Apical, Tor Mooi See, menekankan bahwa upaya ini bersifat berkelanjutan. “Bagi kami, keberlanjutan adalah perjalanan yang terus berlangsung, yang kami jalani bersama mitra, pemasok, dan petani plasma,” katanya.

Perjalanan ini, kata Tor Mooi See, dibentuk oleh rantai pasok yang transformatif, yang mengedepankan prinsip sirkular, inklusif, dan pertumbuhan bersama.

“Dengan bekerja sama erat dengan petani, kami menciptakan perubahan positif yang bertahan lama, dari lahan hingga pasar,” jelas Tor Mooi See.

Berdasarkan komitmen ini, Apical akan terus mendorong penggunaan kredit RSPO dari petani plasma dalam beberapa bulan ke depan, sebagai upaya memperkuat dukungan jangka panjang bagi petani independen yang bersertifikasi.

Kao Corporation menegaskan hal yang sama, menyoroti bagaimana kolaborasi melalui SMILE juga memperkuat fondasi praktik sourcing yang bertanggung jawab di seluruh rantai nilai.

“Kao menyambut pencapaian ini. Rantai pasok yang andal dan dapat dilacak membantu kami mempertahankan standar produk tinggi yang diharapkan pelanggan, dan kemitraan seperti SMILE memberi kami keyakinan untuk terus berinovasi sekaligus menghadirkan kualitas yang konsisten,” ujar Terasawa Kenji, Vice President, Procurement Strategic Sourcing, Raw Materials, Global Kao Corporation.

Konferensi Tahunan RSPO merupakan ajang global penting yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari seluruh rantai pasok kelapa sawit, mulai dari pekebun, pengolah, dan pedagang hingga produsen barang konsumen, LSM, serta pemerintah.

Konferensi ini menjadi wadah untuk membahas isu keberlanjutan yang mendesak dan berbagi praktik terbaik dalam memajukan produksi kelapa sawit yang bertanggung jawab.

Sejak diluncurkan pada 2020, program SMILE telah memberikan pelatihan berharga bagi petani plasma untuk meningkatkan produktivitas, mengelola lahan secara bertanggung jawab, dan memenuhi standar keberlanjutan internasional.

Hingga 2030, program ini menargetkan pemberdayaan 5.000 petani swadaya melalui peningkatan hasil panen, peningkatan pendapatan, dan pencapaian sertifikasi RSPO.

Hingga saat ini, lebih dari 4.000 petani di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi telah mengikuti program ini, dengan 2.834 di antaranya sudah menerima sertifikasi RSPO per Oktober 2025.

Program SMILE menunjukkan betapa kuatnya kolaborasi dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan. Selaras dengan prinsip 5C— Good for Community, Country, Climate, Customer, and Company —inisiatif ini tidak hanya memberdayakan petani kecil, tetapi juga mendukung tujuan keberlanjutan yang lebih luas.

Dengan memperkuat rantai pasok minyak sawit, mendukung pelestarian lingkungan, serta mendorong perkembangan sosial dan ekonomi di Indonesia, SMILE menjadi contoh nyata bagaimana komitmen bersama para pemangku kepentingan mampu mendorong transisi global menuju produksi minyak sawit yang bertanggung jawab. (yer)

Tags: ApicalAsian AgriPetani SwadayaProgram SMILERSPOSertifikasi RSPO

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Cara Tepat Meningkatkan Panen Kopi

Cara Tepat Meningkatkan Panen Kopi

18 Mei 2026
Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Siap Hadapi Tantangan Global

Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Siap Hadapi Tantangan Global

2 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.