PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus percepat wujudkan swasembada gula nasional dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan unsur TNI di wilayah Jawa Timur.
Ada agenda strategis, yaitu Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon di Kebun Karangasem, Mojokerto ini dilakukan Kementan bersama PT Sinergi Gula Nusantara (PG Gempolkrep) sebagai bagian dari program revitalisasi tanaman tebu tahun 2025.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, mengatakan, Abdul Roni Angkat, program ini menjadi langkah penting dalam memperbaharui tanaman tebu yang sudah menurun produktivitasnya, sekaligus memperluas areal tanam untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional.
Menurut Roni, Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perluasan dan mekanisasi lahan tebu yang terus didorong pemerintah agar efisiensi dan hasil produksi semakin meningkat.
Roni mengingatkan agar para petani dan pihak terkait berhati-hati dalam penggunaan benih. “Benih yang digunakan harus memiliki label biru dan sertifikasi resmi. Jika tidak memiliki label, maka jangan ditanam. Ini penting untuk menjaga mutu dan hasil panen,” tegasnya, dikutip Selasa (28/10/2025).
Lebih lanjut, Roni juga meminta aparat di lapangan, termasuk Danramil dan jajaran pemerintah daerah, untuk memastikan seluruh benih yang ditanam sudah tersertifikasi sesuai ketentuan.
Roni menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat hilirisasi tujuh komoditi perkebunan strategis, yaitu tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala.
Melalui hilirisasi, kata Roni, pemerintah berupaya mentransformasi hasil produksi dari bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar domestik maupun ekspor.
“Fokus kami bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada industrialisasi hasil perkebunan agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujar Roni.
Roni menambahkan, untuk itu mempercepat implementasi program, Kementan menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI, BUMN, akademisi, mahasiswa, ormas, dan kejaksaan, guna memastikan pengawasan dan sinergi di lapangan berjalan optimal.
Asisten II Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Mojokerto, Nuryadi mengatakan, tanam perdana ini merupakan momen baru dan strategis yang menjadi ujung tombak peningkatan produksi perkebunan, khususnya komoditas tebu.
“Kami atas nama pemerintah daerah menyampaikan terima kasih karena program ini luar biasa dan memberi semangat baru bagi petani tebu,” ujar Nuryadi.
Nuryadi juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung program strategis ini. Tujuan kegiatan tanam perdana bukan hanya sebatas peningkatan produksi,
“Tetapi juga upaya nyata untuk mencapai swasembada pangan nasional dan memastikan manfaat dari komoditas tebu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Nuryadi.
Sementara itu, Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan, PT. Sinergi Gula Nusantara, Rizal H. Damanik mengungkapkan, pemerintah menetapkan cita-cita besar untuk mencapai swasembada pangan nasional, baik dari sisi konsumsi maupun industri.
Menurut Rizal, upaya ini menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Rizal menyebutkan sebagai bagian dari upaya tersebut, PTPN III Holding ditetapkan sebagai motor penggerak yang tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi juga pada pengembangan energi terbarukan, termasuk produksi bioetanol berbasis tebu.
Kementan memberikan bantuan berupa 126.000 mata tunas kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nira Farmer.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendukung dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program pertanian nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Yang harus kita kerjakan bersama adalah bagaimana cita-cita besar Presiden benar-benar terwujud dan berkelanjutan,” tegas Amran.
Mentan Amran mengatakan, langkah percepatan hilirisasi perkebunan menjadi bagian dari strategi besar Kementan membangun kemandirian pangan dan industri berbasis hasil perkebunan.
“Kita ingin membangun sistem pertanian yang kuat dari hulu ke hilir. Program bongkar ratoon, pemberian benih unggul, dan hilirisasi komoditas perkebunan adalah upaya untuk mengembalikan kejayaan sektor gula serta memperkuat ekonomi rakyat,” tegas Amran. (sat)




