a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
IPOC 2025, GAPKI Dorong Tata Kelola dan Daya Saing Industri Sawit

IPOC 2025, GAPKI Dorong Tata Kelola dan Daya Saing Industri Sawit

28 Oktober 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menggelar The 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2026 Price Outlook (IPOC 2025).

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyampaikan, penyelenggaraan IPOC 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“IPOC merupakan forum strategis untuk membahas arah industri kelapa sawit ke depan, khususnya upaya-upaya yang dapat dilakukan para pelaku industri sawit dalam mendorong produktivitas di tengah beragam peluang dan tantangan domestik maupun global,” ujar Eddy, Selasa (28/10/2025).

Forum ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan strategis dan kebijakan adaptif yang memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Seluruh rancangan penyelenggaraan IPOC ini diharapkan menjadi masukan penting bagi para pelaku industri sawit nasional,” ujar Ketua Panitia IPOC 2025, Mona Surya.

Dengan animo peserta yang terus meningkat, menurut Mona Surya, penyelenggaraan tahun ini optimis dapat menarik lebih dari 1.500 peserta yang terdiri dari pelaku usaha, pembuat kebijakan, analis, dan investor dari berbagai belahan dunia.

Menurut Mona, IPOC 2025 bukan hanya sebuah konferensi, melainkan sebuah investasi strategis untuk memahami masa depan dan merajut kemitraan dalam menghadapi kompleksitas industri minyak sawit global

Forum strategis tahunan yang menjadi barometer arah kebijakan dan prospek industri kelapa sawit nasional maupun global: konferensi sawit yang dihadiri pemerintah, para pakar internasional maupun pegiat industri sawit.

IPOC 2025 akan berlangsung di Bali pada 12–14 November 2025 ini mengambil tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade.”

Tema tersebut mencerminkan komitmen industri sawit Indonesia untuk memperkuat tata kelola, menjaga daya saing di tengah dinamika perdagangan dunia serta menyikapi perkembangan global mengenai kontribusi industri sawit dalam kebijakan bauran energi atau biofuel.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan minyak nabati global.

 Industri ini terus beradaptasi terhadap perubahan kebijakan, tantangan lingkungan, serta transformasi energi hijau yang tengah berkembang pesat di berbagai negara.

Dalam konteks ekonomi nasional, sektor sawit juga menjadi pilar penting yang menopang ekspor nonmigas dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi jutaan masyarakat di wilayah perkebunan.

Sejumlah menteri bakal hadir antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Republik Indonesia, Rachmat Pambudy; Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno; Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono; serta Menteri Koordinator bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto.

IPOC kali ini pun kembali menghadirkan pembicara dan analis minyak nabati senior terkemuka dunia yang akan menguak prospek harga tahun mendatang yaitu Dorab Mistry (Godrej International Ltd.).

Turut hadir juga Thomas Mielke, Executive Director Oil World. Mereka akan menyampaikan analisis mengenai proyeksi harga dan tren pasar minyak nabati dunia.

Sebagai forum yang telah memasuki penyelenggaraan ke-21, IPOC 2025 juga menghadirkan pameran industri sawit yang menampilkan teknologi, produk, dan inovasi terbaru dari sektor hulu hingga hilir. (yer)

Tags: GapkiIPOC 2025Ketua umum.Gapkisawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Riset Ungkap Minum Kopi Secara Teratur Turunkan Risiko dari Liver

Riset Ungkap Minum Kopi Secara Teratur Turunkan Risiko dari Liver

18 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Hasil riset mengungkap minum kopi secara teratur menurunkan risiko penyakit liver atau hati. Namun untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Mentan Setujui Dukungan Pengembangan Kakao Seribu Hektare

16 Maret 2026
Pengawasan Distribusi MINYAKITA Diintensifkan Jelang Nataru 2026

Bapanas Terus Distribusikan Bantuan Pangan dan Stabilitas Harga Minyakita

22 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.