Perkebunanindonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendorong percepatan program hilirisasi perkebunan guna memperkuat nilai tambah komoditas strategis seperti kakao, kopi, kelapa, pala, lada, tebu, dan jambu mete.
Sekretaris Ditjen Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto, mengatakan, Sulsel menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan perkebunan nasional.
Heru menyebutkan, dari total target 500 ribu hektare (ha) kelapa sawit yang dikembangkan secara nasional, sekitar 100 ribu ha akan difokuskan di Sulsel, terutama di Luwu Timur, Luwu Utara, Barru, Bone, dan Gowa.
Heru menambahkan, program hilirisasi perkebunan tersebut akan didukung PTPN melalui pembangunan pabrik minyak goreng dan biodiesel di kawasan pengembangan sawit.
Heru juga menegaskan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) yang akurat. “Kami harap Pemda dapat mempercepat penyusunan CPCL,” ujarnya.
Lebih lanjut Heru mengatakan, PTPN akan bermitra dengan masyarakat lokal, dan bibit akan disiapkan oleh Ditjen Perkebunan. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan oleh petani.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi menjadi arah utama pembangunan perkebunan nasional.
Menurut Amran, setiap komoditas perkebunan harus memberikan nilai tambah di daerah penghasil. “Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah,” tukasnya.
Hilirisasi adalah jalan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi daerah. “Sulsel memiliki potensi besar, dan kami akan dukung melalui penyediaan bibit gratis, akses KUR, dan kemitraan dengan PTPN,” tambah Mentan Amran.
Amran juga menekankan pentingnya jaminan pasar dan pembiayaan yang berkeadilan bagi petani, agar program ini tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Program hilirisasi perkebunan di Sulsel diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN dalam mewujudkan transformasi ekonomi berbasis komoditas perkebunan.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program hilirisasi ini.
Sudirman menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha agar pelaksanaan program berjalan optimal. “Kami siap mendukung penuh pelaksanaan hilirisasi perkebunan di Sulsel,” katanya.
Menurut Sudirman, diperlukan keseriusan dan kerja sama semua pihak agar program ini bisa berjalan sukses dan memberi manfaat langsung bagi petani. (sat)




