a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Permintaan Pasar untuk Gula Semut Capai 20 Ton per Bulan

Permintaan Pasar untuk Gula Semut Capai 20 Ton per Bulan (Istimewa)

Permintaan Pasar untuk Gula Semut Capai 20 Ton Per Bulan

13 Agustus 2025
2
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Permintaan pasar untuk gula semut di Indonesia mencapai 20 ton per bulan. Namun kapasitas produksi dalam negeri yang hanya berkisar 5-10 ton per bulan.

“Artinya permintaan pasar masih terbuka lebar untuk pasar dalam negeri,” ungkap Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Istriningsih, dikutip Selasa (12/8/2025).

Demikian pula dengan pasar ekspor atau pasar global, Indonesia baru berkontribusi sebesar 3 persen. Dengan demikian pasar gula semut aren ini masih sangat potensial untuk dikembangkan.

Namun di sisi lain, kata Istriningsih, masih banyak persoalan seperti ketersediaan bahan baku yang semakin tahun semakin menurun.

Selain itu, tambah Istriningsih, proses produksi masih sangat sederhana, kualitasnya juga tidak seragam. Demikina juga, peralatan yang digunakan sederhana serta pemasarannya masih terbatas.

Istriningsih mempresentasikan model pengembangan agroindustri gula semut berbasis nira aren. Hal ini untuk meningkatkan nilai tambah dan ekonomi lokal di Jawa Tengah.

Menurut Istriningsih, industri gula semut basisnya adalah Nira Aren, fungsinya untuk meningkatkan nilai tambah bagi rumah tangga atau ekonomi lokal di Jawa Tengah.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabul Ciptaku asal Banyumas menjadi salah satu BUMDes yang berhasil menembus pasar internasional untuk gula kelapa. Nilai ekspor gula kelapa kali ini mencapai USD 35.000 atau setara Rp586,4 juta, dengan volume sebanyak 18,5 ton.

Pelepasan ekspor produk BUMDes Kabul Ciptaku ini dilakukan Menteri Perdagangan Budi Susanto bersama Menteri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Mei 2025 lalu.

“Komoditas ini akan bernilai dan memberi nilai ekonomi asal memiliki pangsa pasar. Pemerintah akan bergerak secara sistematis agar produk desa dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat desa,” ucap Mendes PDT Yandri.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan, pelepasan ekspor ini bukan hanya wujud kegiatan usaha, namun juga mencerminkan kolaborasi masyarakat desa, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun ekonomi desa yang kuat mandiri dan berorientasi global.

“BUMDes Kabul Ciptaku merupakan salah satu BUMdes yang bisa menjadi pusat ekonomi, karena mandiri dan berdaya saing tinggi. Ini juga menjadi bukti bahwa desa bisa ekspor, desa bisa maju dan menjadi pilar ekonomi bangsa,” ujar Sadewo. (fad)

Tags: BRINGula semutMenteri Desa dan Pembangunan Desa TertinggalMenteri Perdagangan

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Comments 2

  1. Brianna929 says:
    1 tahun ago

    https://shorturl.fm/nIYVv

    Reply
  2. Nevaeh3881 says:
    1 tahun ago

    https://shorturl.fm/EY3S0

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah Terus Kembangkan Produksi Kopi

Pemerintah Terus Kembangkan Produksi Kopi

16 Mei 2025
Pengawasan Distribusi MINYAKITA Diintensifkan Jelang Nataru 2026

SPKS Tolak Kenaikan Harga Jual Minyak Goreng Minyakita

6 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.