a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Dorong Percepatan Hilirisasi Perkebunan

Kementan Dorong Percepatan Hilirisasi Perkebunan

31 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan hilirisasi pertanian khususnya komoditas perkebunan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja luas, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Hilirisasi (perkebunan) menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan pertanian ke depan,” ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Rabu (30/7/2025).

Amran menyebutkan, komoditas seperti kelapa, kakao, mete, kopi, hingga kelapa sawit dan kapas, memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam bentuk produk turunan yang bernilai tinggi, baik untuk pasar ekspor maupun substitusi impor.

“Nilai tambah komoditas harus tinggal di dalam negeri. Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah,” tegas Amran.

Menurut Amran, semua produk perkebunan harus diolah, diserap oleh industri dalam negeri, dan menjadi pengungkit kesejahteraan petani.

Contohnya, kata Amran, kelapa dalam yang dapat dibuat berbagai produk turunan seperti VCO, cocopeat, cocofiber, hingga bioenergi dan mampu memberi nilai tambah hingga 107 kali lipat, dari harga buah kelapa Rp 1.350/kg menjadi VCO seharga Rp 145.000/liter.

Tak hanya itu, industri hilir kelapa mampu menciptakan beragam usaha turunannya, dari makanan dan minuman, hingga energi terbarukan.

Berdasarkan perhitungan investasi dan proyeksi pengembangan industri hilir, sebanyak 8,6 juta tenaga kerja dapat terserap dari sektor budidaya hingga pengolahan hasil perkebunan.

“Coba bayangkan jika kita lakukan hilirisasi, kita ciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja hingga 8 juta,” ungkap

Amran mengatakan, pihaknya diminta untuk memimpin upaya hilirisasi ini. Untuk semua komponen diminta menjadi mitra strategis.

Mentan Amran secara khusus mengajak kalangan pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI untuk ambil bagian dalam hilirisasi pertanian.

Mentan menyebut HIPMI sebagai bagian penting dari generasi penerus bangsa yang harus diberi ruang dan dukungan untuk terlibat langsung dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis pertanian.

“HIPMI adalah anak-anak kita, generasi kita. Beri mereka ruang seluas-luasnya, beri support. Karena mereka yang akan melanjutkan pembangunan. Di sinilah peluang besar untuk HIPMI bergerak,” tegas Amran.

Mentan menekankan bahwa dengan sumber daya alam melimpah dan kemampuan produksi sepanjang tahun, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tak dimiliki banyak negara lain.

 Oleh karena itu, lanjut Amran, sinergi pemerintah dan dan berbagai pihak termasuk HIPMI menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi, memperkuat daya saing, serta menjaga ketahanan pangan.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Rp40 Triliun untuk Hilirisasi Perkebunan

Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri, menyampaikan apresiasi sekaligus komitmennya untuk mendukung upaya hilirisasi sektor pertanian yang digagas pemerintah.

Ekawati menilai ajakan untuk berperan dalam upaya hilirisasi ini menjadi suntikan semangat bagi generasi muda pengusaha untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Ekawati menegaskan bahwa HIPMI DIY siap menjadi motor penggerak dalam pembangunan pertanian Indonesia. (sat)

Tags: HilirisasiKakaokelapaKomoditas perkebunankopiMenteri Pertaniansawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah Percepat Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pertanian

Pemerintah Percepat Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pertanian

26 Agustus 2025
Bapanas Terbitkan Aturan Tata Kelola Distribusi Pangan

Bapanas Terbitkan Aturan Tata Kelola Distribusi Pangan

5 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.