a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mentan Sebut 80 Persen Lahan Tebu Perlu Pembenahan

Mentan Sebut 80 Persen Lahan Tebu Perlu Pembenahan

12 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindinesia.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut 80 persen lahan tebu saat ini tidak layak produksi, sehingga perlu pembenahan secara menyeluruh.

“Kami akan bongkar dalam tiga tahun,” tegas Mentan Amran di Jakarta seperti dikutip Sabtu (12/7/2024).

Mentan menargetkan paling lambat dua tahun ke depan Indonesia sudah swasembada white sugar, dan dalam empat tahun industrinya berdiri dan beroperasi dengan baik.

Menurut Amran, komoditas tebu, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama impor.

Karena itu, Amran akan menyetop impor white sugar maupun raw sugar, yang nilainya mencapai triliunan setiap tahun.

“Kami diperintahkan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi dan memproduksi pangan yang demand-nya tinggi di tingkat dunia,” kata Amran.

Menurut Mentan, pembangunan sektor pertanian dan perkebunan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dalam pengembangan komoditas strategis dan hilirisasi produk.

Amran pun mengajak para pengusaha menengah ke bawah berkolaborasi dan terjun langsung untuk pengembangan komoditi perkebunan serta hilirisasinya.

“Kami telah memilih 14 komoditas strategis. Kalau ini kita penuhi, InsyaAllah dunia bisa kita genggam lewat pangan,” ungkapnya Mentan Amran.

Lebih lanjut, Amran memaparkan potensi besar yang dimiliki Indonesia di sektor ekspor pertanian.

Amran menyebutkan, total ekspor saat ini mencapai Rp600 triliun, dan nilainya akan meningkat signifikan jika hilirisasi dilakukan secara konsisten sesuai arasiden.

Amran mencontohkan, sekarang konsumsi dunia bergeser. Dulu minum susu, sekarang VCO. Harga kelapa naik dari Rp1.300 menjadi Rp5.000 – Rp10.000 untuk ekspor.

“Ini peluang besar. Untuk itu kita Kita harus mulai dari sekarang, dan anggarannya sudah disiapkan,” kata Amran. (sat)

Tags: GulaMentan Andi Amran SulaimanTebu

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Riau Perkuat Sektor Perkebunan Kelapa Dorong Hilirisasi

Riau Perkuat Sektor Perkebunan Kelapa Dorong Hilirisasi

26 Agustus 2025
PG Pesantren Baru Kediri Target Giling Tebu 873.299 Ton

PG Pesantren Baru Kediri Target Giling Tebu 873.299 Ton

6 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.