JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Pemerintah lakukan percepatan swasembada gula nasional sebagai memperkuat swasembada pangan nasional.
Kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh stakeholder juga menjadi salah satu kunci keberhasilan swasembada pangan.
“Kolaborasi multipihak sangat dibutuhkan demi memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, seperti dikutip Sabtu (21/6/2025).
Demi wujudkan hal tersebut, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Heru bersama Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, dan Polbangtan Medan meninjau lokasi PT Sinergi Gula Nusantara kebun Sei Semayang, dilanjutkan melakukan koordinasi terkait percepatan kegiatan Oplah di Kodam I / Bukit Barisan, Selasa (17/06/2025).
“Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan korporasi untuk mencapai satu cita-cita bersama, yaitu swasembada pangan,“ ujar Heru.
Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan PTPN Group, ditargetkan produksi gula nasional mencapai 5 Juta ton pada tahun 2027.
Untuk merealisasikan pencapaian target tersebut pemerintah melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi kebun tebu, penguatan ekosistem tebu rakyat, dan re-aktivasi tiga pabrik gula yakni Bone, Sei Semayang, dan Tasikmadu.
Seusai lakukan kunjungan ke PTPN, Plt Dirjen Perkebunan berlanjut melakukan percepatan kegiatan Oplah Provinsi Sumut di Kantor Kodam I / Bukit Barisan, bersama Kasdam I / Bukit Barisan Brigjen TNI Arif Hartono, S.E., M.Sc dan Koordinator Swasembada Pangan Wilayah Sumatera, Brigjen Arif Hendro Djatmiko.
Pada kesempatan tersebut semua pihak berkomitmen segera melakukan percepatan kontrak kegiatan Oplah paling lambat bulan Agustus 2025.
Selain itu, Kementan juga telah menyediakan benih tebu unggiul melalui pelepasan dua varietas unggul tebu yang telah melalui proses penilaian secara ilmiah dan transparan tersebut.
Menurut Heru, varietas ini menjawab kebutuhan nyata di lapangan, dengan kerakter agronomi tanaman yang memiliki produktivitas tebu dan hablur yang tinggi.
“Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan dalam memperkuat sistem perbenihan nasional dalam upaya mendukung swasembada gula konsumsiyang dicanangkan tercapai pada 2028,” ujar Heru.
Selain itu, lanjut Heru, strategi itu untuk pemenuhan kebutuhan industri serta energi berbasis bioethanol pada 2030, sebagaimana Pemerintah telah menetapkan roadmap swasembada gula nasional dan pemenuhan bioetanol sesuai Perpres nomor 40 Tahun 2023 (sat)




