a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
3 November 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Pemerintah Dukung Sinergi Petani Sawit di Hulu-Hilir Berbasis Koperasi

Pemerintah Dukung Sinergi Petani Sawit di Hulu-Hilir Berbasis Koperasi

29 Oktober 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintahan Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh kepada petani sawit untuk meningkatkan kemampuannya dalam sektor hulu dan hilir sawit melalui kelembagaan koperasi.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) diminta lebih berperan mengajak petani untuk masuk sektor pengolahan sawit.

Pesan itu mengemuka dalam pembukaan Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III yang diselenggarakan APKASINDO di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy ,Prof. Rachmat Pambudy dalam pembukaan acara tersebut menegaskan, hilirisasi tidak dapat berjalan apabila belum dilakukan pembenahan persoalan di tingkat hulu.

“Pengembangan pengolahan di bagian hilir butuh pondasi yang baik di tingkat usaha tani. Karena itu, penataan kegiatan budidaya dan sistem pendukungnya menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari agenda hilirisasi sawit,” ujar Rachmat.

Rachmat mengatakan, dirinya mendapatkan tugas dari Presiden Prabowo untuk melaksanakan hilirisasi sawit.

Karena itulah, Rachmat meminta dukungan petani sawit seperti APKASINDO agar perencanaan pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik yang juga dirasakan oleh para pelaku usaha, termasuk petani.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengusulkan langkah konkret melalui pengembangan pabrik kelapa sawit milik koperasi.

Untuk itulah, kata Ferry, pihaknya siap mendampingi koperasi petani memasuki industri pengolahan, termasuk mengakses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

“Saya mendorong koperasi petani sawit memperluas peranannya hingga ke industri pengolahan. Koperasi dibutuhkan dalam hilirisasi agar petani memperoleh manfaat yang lebih besar dari rantai usaha sawit,” ujar Ferry.

Ferry juga menyampaikan rencana pengembangan pabrik berbasis koperasi berkapasitas sekitar 60 ton per jam dengan dukungan luas kebun sekitar 7.000 hektare.

“Kami siap mendampingi koperasi-koperasi APKASINDO untuk bikin pabrik-pabrik kelapa sawit dan CPO,” kata Ferry.

Terkait kemitraan, Ferry mendorong kemitraan koperasi petani dengan PT Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan kebun sawit.

“Saya minta APKASINDO dapat berperan memperkuat koperasi anggotanya sebagai mitra usaha,” tambah Menkop.

Ketua Umum APKASINDO Dr. Ir. Gulat ME Manurung, MP., C.IMA., C.APO, dalam sambutannya, menyambut baik dukungan pemerintah dalam memperkuat peranan petani sawit di sektor hilirisasi.

“Hilirisasi sawit pro petani perlu membuka ruang lebih besar bagi pekebun untuk menikmati nilai tambah komoditas,” ujar Gulat.

Menurut Gulat, pengembangan industri tidak cukup hanya meningkatkan kapasitas pengolahan, tetapi juga perlu memperhatikan peluang kemitraan, akses usaha, dan keterlibatan petani dalam rantai nilai sawit.

Gulat juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antara petani swadaya, pabrik kelapa sawit komersial atau pabrik tanpa kebun, serta pabrik yang terhubung dengan kebun inti dan plasma.

Sebab, kata Gulat, masing-masing memiliki hubungan pasokan yang perlu dipahami agar perbedaan kepentingan tidak berkembang menjadi pertentangan yang merugikan petani.

Persoalan harga TBS (Tandan Buah Segar) sawit, dikatakan Gulat, juga menjadi bagian penting dari agenda PENAS III APKASINDO. Bagi petani, kepastian harga di tingkat kebun berpengaruh langsung terhadap pendapatan, biaya pemeliharaan, dan kemampuan menjaga produktivitas tanaman.

Adapun, Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko mendorong organisasi petani menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjembatani kepentingan petani, dunia usaha, dan pemerintah.

Dukungan terhadap pemerintah merupakan bukti APKASINDO dapat menjadi mitra strategis untuk mendukung program ekonomi dan pembangunan.

PENAS II berkaitan dengan HUT APKASINDO ke-26 ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang diikuti pengurus APKASINDO dari 25 provinsi, dan dihadiri antara lain oleh dan Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Jend TNI (Purn) Moeldoko. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Apkasindosawit

Related Posts

Kemenhut Tetapkan Dua Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

Kemenhut Tetapkan Dua Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

3 November 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan dua korporasi perkebunan sawit sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana...

Produksi TBS Lonsum Semester I 2025 Turun Dua Persen

Harga Referensi CPO November 2026 Anjlok

2 November 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) periode November 2026 anjlok USD...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gula Semut Organik dari Kulon Progo Siap Tembus Pasar Global

Gula Semut Organik dari Kulon Progo Siap Tembus Pasar Global

6 Mei 2025
Pemerintah Targetkan Stop Impor Gula Mulai 2026

Pemerintah Targetkan Stop Impor Gula Mulai 2026

24 Desember 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.